Pada tahap pertama akan dikirim kayu olahan jenis merbau sebanyak 40 kontainer setara dengan 600 meter kubik dalam bentuk olahan.
"Eksport perdana kayu olahan dari Papua ini bertepatan dengan 3 tahun masa kepemimpinan saya sebagai Gubernur Papua," kata Lukas Enembe di pelabuhan Jayapura, Jumat (9/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hutan habis tapi rakyat tetap miskin, ini menjadi masalah kita di Papua," ujarnya.
Untuk itu Gubenur Papua telah membentuk tim ekonomi untuk melakukan kajian ekonomi dan bekerjasama dengan pihak-pihak terkait seperti Pelindo, Indonesia Sawumil Woods Asosiation (ISWA) dan pihak lainnya, dengan harapan ke depan Papua bisa mengeksport sendiri hasil sumber daya alam.
Untuk memenuhi tuntutan eksportir agar ekspor kayu olahan bisa dilakukan secara berkelanjutan dan jumlahnya terus bertambah, Kepala Dinas Kehutanan provinsi Papua akan memberikan kemudahan bagi industri tersebut.
"Permintaan eksportir agar ekspor bisa langsung ke negara tujuan harus ada paling sedikit 100 kontainer atau setara 1.500 kubik kayu olahan. Kami akan mendukung pengusaha pengolahan kayu itu," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Jan Ormuserai.
Dia berharap ekspor perdana kayu olahan ini menjadi stimulus untuk eksport barang lainnya dari Jayapura.
(dna/dna)










































