Banyuwangi Agro Expo, Panggung Untuk Petani dan Kompetisi Agro

Banyuwangi Agro Expo, Panggung Untuk Petani dan Kompetisi Agro

Putri Akmal - detikFinance
Minggu, 10 Apr 2016 17:43 WIB
Banyuwangi Agro Expo, Panggung Untuk Petani dan Kompetisi Agro
Foto: Putri Akmal
Banyuwangi - Beragam produk pertanian asli Banyuwangi mulai dari hortikultura hingga tanaman pangan bisa dinikmati para pengunjung di festival agro expo. Festival yang digelar hingga Rabu (13/4/2016) mendatang ini, digelar untuk memberikan kesempatan bagi para petani menampilkan produk-produk andalannya. Selain itu, ada sebuah kompetisi agro juga yang digelar untuk memicu semangat memproduksi hasil pertanian yang berkualitas.

"Ini sebagai bentuk perhatian kami pada petani. Selama ini mereka sering dipuji memiliki peran penting bagi negara, tetapi mereka jarang diberi panggung menampilkan produk-produknya. Lewat event inilah mereka bisa memperlihatkan keunggulan komoditas pertaniannya," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Minggu (10/4/2016).

Hasil agro petani mulai dari buah naga, jambu kristal, jeruk, manggis hingga durian bisa dijumpai di agro wisata ini. Pengunjung juga bisa memborong buah-buahan itu dengan harga terbaik dari sang petani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam Banyuwangi Agro Expo juga ada makan durian gratis dan kontes durian eksotis Banyuwangi. Kontes ini diikuti semua petani durian berbagai varian, baik itu duriannya berwarna merah, oranye, atau putih kekuningan.

Banyuwangi agro wisata ini digelar sebagai komitmen Banyuwangi memproteksi buah lokal dari serbuan buah impor. Tak hanya sebuah larangan berupa bualan belaka, tapi selama lima tahun terakhir, Pemkab menetapkan kebijakan proteksi buah lokal. Di setiap acara yang melibatkan Pemkab, suguhan buah yang dihidangkan harus buah lokal.

"Rakyat ini kan paternalistik, apa yang dikerjakan pemimpinnya akan ditiru rakyatnya. Karena itu, Pemkab memberi contoh tak pernah menyuguhkan buah impor di setiap acara yang digelar, hanya buah lokal yang disuguhkan," ujar Anas.

Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan (Dispertahutbun) Ikhrori Hudanto menyebutkan, di tahun 2014 buah jeruk masih merupakan produksi hortikultura terbesar di Banyuwangi dengan produksinya mencapai lebih dari 333 ribu ton. Baru setelah itu berturut-turut ada semangka dengan capaian produksi 63.342 ton, manggis 49.632 ton.

Buah naga Banyuwangi kini produksinya juga makin meningkat dan merambah manca negara. Bila pada 2013 hanya produksi sekitar 16 ribu ton, maka tahun 2014 melonjak jadi 28,8 ribu ton.

"Khusus buah naga, produksinya terus meningkat tajam bahkan sudah merambah manca negara, naik sampai 75%. Buah naga Banyuwangi memang banyak diminati," ujar Ikhrori.

Selain komoditas unggulan buah, tanaman pangan seperti beras organik, agensi hayati, serta jagung, kedelai dan ubi kayu juga akan mengisi festival ini. Termasuk berbagai jenis tanaman hias, tanaman biofarma dan sayuran dalam polybag seperti cabai merah, cabai kecil, tomat, terung, seledri, kobis, caisim dan brokoli. (drk/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads