Ini Agenda Ekonomi Jokowi saat Blusukan di Brebes

Ini Agenda Ekonomi Jokowi saat Blusukan di Brebes

Muhammad Idris - detikFinance
Senin, 11 Apr 2016 09:58 WIB
Ini Agenda Ekonomi Jokowi saat Blusukan di Brebes
Foto: Muhammad Idris - detikFinance
Brebes - Siang ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi), akan menyambangi Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Tepatnya di Sub Terminal Agropolitan Bawang Merah, yang terletak di Desa Larangan, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes.

Jokowi dijadwalkan akan sampai di Brebes dengan menggunakan Helikopter Super Puma TNI AU dari Pangkalan TNI AU Atang Sendjaja, Kabupaten Bogor.

Dalam keterangan tertulisnya, Tim Komunikasi Presiden, Ari Dwipayana menuturkan, Presiden akan meluncurkan Program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat. Program ini bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup pelaku usaha di pedesaan, dengan cara memberikan kesempatan bekerja yang layak bagi petani, peternak, dan nelayan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Program keroyokan sejumlah kementerian ini seperti program sertifikasi tanah atau lahan bagi para petani melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Program lainnya adalah sinergi Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan Laku Pandai. Sinergi ini bertujuan memudahkan pelaku usaha dalam mengakses layanan keuangan di pedesaan. Program ini merupakan sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan Kementerian Koperasi dan UKM serta perbankan.

"Program ini memberikan kemudahan kepada pelaku usaha yang berada di daerah karena tidak perlu lagi mencairkan kreditnya dengan mendatangi bank-bank di kota, tapi cukup mencairkan melalui penyalur-penyalur yang disebut sebagai agen laku pandai sebagai perpanjangan tangan perbankan di daerah-daerah," jelas Ari, Senin (11/4/2016).

Sinergi dalam bidang produksi meliputi sarana dan prasarana, bibit, pupuk, serta penyuluh yang akan melibatkan sinergi dua kementerian yaitu Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).

Dalam hal pemasaran, lanjutnya, pemerintah juga akan mulai mengenalkan sistem pemasaran produk hasil pertanian dengan sistem online (e-commerce) melalui pengembangan sarana dan prasarana IT sebagai upaya untuk memangkas rantai distribusi hasil produksi dari petani kepada konsumen.

"Tujuannya adalah untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan, dan stabilitas harga sampai pada tingkat konsumen. Contoh aplikasi e-commerce yang digunakan adalah aplikasi info pasar, market place seperti limakilo.id, kumis.com, dan sebagainya," ujar Ari.

"Pada siklus distribusi petani memerlukan gudang sebagai tempat penampungan produk, pasar, dan kurir.Β  Lebih dari itu semua, transportasi desa menjadi jantung yang akan menggerakkan perekonomian masyarakat desa," tambahnya.

Sebagai informasi, program ini dilaksanakan di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Perekonomian (Kemenko Perekonomian) dengan melibatkan lintas kementerian, yakni Kementerian ATR, Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementan, Kementerian Komunikasi dan Informasi, Kementerian Perdagangan, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads