Bangun Jalan Perbatasan Papua 1.105,8 Km, Butuh Rp 5,9 T

Bangun Jalan Perbatasan Papua 1.105,8 Km, Butuh Rp 5,9 T

Dana Aditiasari - detikFinance
Senin, 11 Apr 2016 10:18 WIB
Bangun Jalan Perbatasan Papua 1.105,8 Km, Butuh Rp 5,9 T
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Pemerintah lewat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah serius melakukan pembangunan jalan lintas perbatasan Papua sepanjang 1.105,8 kilometer (km). Berapa besar dana yang dibutuhkan?

"Kebutuhannya cukup besar, sekitar Rp 5,9 triliun. Itu kebutuhan sampai semua tersambung," ujar Kepala Balai Jalan dan Jembatan Wilayah X Papua, Oesman H. Marbun kepada detikFinance, melalui sambungan telepon, Jumat (8/4/2016).

Dana tersebut terutama untuk membiayai upaya pembukaan kawasan hutan yang bakal menjadi jalan dan saat ini masih belum tersambung, karena masih tertutup hutan. Ada juga kendala kondisi permukaan tanah berbukit yang terlalu terjal bila dibangun jalan di atasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Oesman merinci, ada dua paket pekerjaan besar yang akan dibiayai dengan dana tersebut.

"Pertama di ruas Yetti-Ubrub-Oksibil itu masih ada sekitar 238,5 km yang belum tersambung, total kebutuhan dananya sampai 2019 mencapai Rp 3,77 triliun. Termasuk juga untuk bangun jembatan-jembatan yang total panjangnya 2.200 meter," jelas dia.

Kedua, adalah ruas Merauke-Muting-Waropko-Oksibil yang total panjang jalan belum tersambungnya mencapai 66 km.

"Total kebutuhan dana untuk menyambungkan ruas ini mencapai Rp 2,19 triliun," sambung dia.

Jalan lintas perbatasan ini adalah jalan yang sejajar dengan garis batas negara Indonesia-Papua Nugini yang ada di sisi timur Pulau Papua. Membentang 1.105,8 km jalan ini menghubungkan Jayapura di ujung utara hingga ke Merauke di ujung selatan.

Secara garis besar, pembangunan Jalan Lintas Perbatasan di Papua dibagi dalam 3 paket pekerjaan. Pertama adalah dengan ruas jalan dengan rute Jayapura-Abepura-Arso-Waris-Yeti sepanjang 133,34 km yang sudah sepenuhnya tersambung dan beraspal.

Paket pekerjaan kedua, dengan rute Yetti-Uburb-Oksibil sepanjang 301,74 km, sepanjang 44 km telah beraspal, 19,24 km berupa agregat, dan 238,50 km belum tersambung.

Paket Pekerjaan ketiga dengan rute Oksibil, Waropko, Tanah Merah, Merauke sepanjang 670 km, telah beraspal sepanjang 484 km. Lalu, 120 km berupa jalan agregat, dan 304,5 km belum tersambung.

Selain Jalan Lintas Perbatasan, saat ini di Papua dan Papua Barat tengah dibangun Jalan Lintas Trans Papua, yakni jalan yang menghubungkan berbagai kawasan di Papua yang selama ini tak memiliki akses Jalan darat dan hanya bisa ditempuh melalui udara.

Diharapkan seluruh pekerjaan rampung di tahun 2019 sehingga dapat dirasakan manfaatnya segera oleh masyarakat. (dna/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads