Menjawab kritik itu, Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman angkat suara. Amran mengungkapkan, persoalan pemberian bantuan yang keliru hanya segelintir kasus saja dari sekian ribu bentuk bantuan dari Kementan.
"Benar memang kata Pak Presiden. Kami sudah ubah bantuan pupuk kemarin ke bibit. Dia (petani) butuh benih unggul, agar bisa menaikkan produksi 2-3 ton per hektar," kata Amran ditemui di kantornya, Ragunan, Jakarta, Selasa (12/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bukan banyak, kalimatnya saja perlu diperbaiki. Bagi traktor 1 unit atau 2 unit jangan itu yang diberitakan. Yang 79.000 unit alsintan kita bagikan malah tidak ada beritanya," pungkasnya. (feb/feb)











































