Salah satu yang menerima dampak adalah Jalan Tol Pemalang-Batang sepanjang 39,2 kilometer (km) terdiri dari 2 seksi pekerjaan. Menurut data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), saat ini pembangunan konstruksi masih menunggu kesiapan lahan.
Pengelolaan dilakukan oleh PT Pemalang Batang Toll Road yang mayoritas sahamnya saat ini dikuasai oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor konstruksi, PT Waskita Karya Tbk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Empat BUJT tersebut adalah PT Semesta Marga Raya pengelola Jalan Tol Kanci-Pejagan, PT Pemalang Batang Toll Road pengelola jalan Tol Pemalang-Batang serta PT Trans Jawa Paspro Jalan Tol pengelola jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, serta PT Trans Jabar Toll yang mengelola Jalan Tol Bogor-Ciawi-Suka Bumi (Bocimi).
Akuisisi dilakukan dengan membuat perusahaan patungan MNC dan Waskita yang diberi nama CV Waskita MNC Trans Jawa Toll Road. Waskita pemegang saham pengendali perusahaan patungan yang akan menjadi pengendali 4 BUJT jalan tol tersebut.
Pembiayaan pembebasan tanah untuk memuluskan proses pembangunan jalan tol ini diperkirakan mencapai Rp 803 miliar. Biaya investasinya sekitar Rp 4,08 triliun dan biaya konstruksi sebesar Rp 2,27 triliun.
Saat ini pembebasan lahan untuk ruas tol Pemalang-Batang baru mencapai angka 4,25% dan progres konstruksinya masih menunggu kesiapan lahan. "Targetnya 2018 sudah bisa selesai," tutur Kepala BPJT Herry Trisaputra Zuna, kepada detikFinance, Rabu (13/4/2016). (dna/wdl)
