Mendag: RI Punya Posisi Istimewa di WTO

Mendag: RI Punya Posisi Istimewa di WTO

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 13 Apr 2016 14:03 WIB
Mendag: RI Punya Posisi Istimewa di WTO
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima kedatangan Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO), Roberto Azevedo, di Istana Negara, Jakarta. Sebagai negara besar, Indonesia memiliki tempat yang istimewa di organisasi tersebut.

Demikian disampaikan oleh Menteri Perdagangan Thomas Lembong, yang didampingi oleh Dirjen WTO Roberto Azevedo dalam jumpa pers usai pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/4/2016).

"Ini tentunya bagian dari perjalanan kita dalam berorganisasi di WTO yang memiliki anggota lebih dari 170 negara. Tapi Indonesia punya posisi yang cukup istimewa. Karena kita negara besar. Tapi bukan raksasa yang mengerikan," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ekonomi yang besar anggota G-20 tapi tentu masih negara berkembang. Kita pas di tengah antara negara besar dan kecil, antara negara kaya dan berkembang. Jadi kita bisa bicara dengan semua. Nah itu yang membuat kita punya peluang strategis," jelas Lembong.

Apalagi dalam kondisi sekarang, Lembong mengatakan, Indonesia berhasil menyelenggarakan reformasi struktural dari sisi perekonomian. Sehingga mampu tumbuh di atas 4% atau lebih tinggi dibandingkan dengan kebanyakan anggota lainnya.

"Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas agenda reformasi ekonomi. Boleh dibilang, negara-negara di seluruh dunia sekarang melihat Indonesia, dan bahkan bisa mencontoh reformasi ekonomi Indonesia, yang diterapkan oleh Pak Presiden," paparnya.

Dalam pertemuan singkat tadi, pihak WTO menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas penyelenggaraan pertemuan anggota WTO beberapa tahun lalu. Sehingga mampu menghasilkan keputusan yang sangat baik.

"Indonesia sangat berperan dalam memastikan agar meeting-nya, konferensinya berhasil," imbuhnya. (mkl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads