Salah satunya terkait perdagangan berbasis elektronik atau e-commerce. Menurutnya perkembangan sektor ini sangat pesat terjadi berbagai negara.
"Tema yang cukup menantang untuk dibahas seperti perdagangan berbasis elektronik," ungkap Azevedo dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada sejumlah masalah yang saya pikir bisa dibahas di atas meja, dan saya mengundang pemerintah Indonesia untuk menjadi peserta aktif dalam berbagai pembicaraan," jelasnya.
Selain itu, juga membahas terkait dengan perekonomian dunia masih sangat sulit. Dikarenakan banyak negara yang tengah dalam perlambatan, meskipun sudah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong perekonomian.
"Dunia tengah dalam situasi yang sangat sulit, ekonomi masih sangat melambat dan kita butuh satu titik untuk menyamakan visi. Dan saya pikir Indonesia sudah sejalan dengan hal tersebut, dengan kebijakan-kebijakan yang sudah dikeluarkan," ujarnya.
Pada 2015 lalu, pertumbuhan volume perdagangan hanya mencapai 2,8%. Tahun ini diharapkan bisa naik menjadi 3,6%. Optimisme ini bersumber dari kebijakan moneter berbagai negara maju yang mampu mendorong perekonomian.
"Saya harapkan ini paling besar datang dari Asia, karena kita melihat potensi yang sangat besar," tukasnya. (mkl/wdl)











































