Bertemu Jokowi, Dirjen WTO Bicara e-Commerce dan Lesunya Perdagangan Dunia

Bertemu Jokowi, Dirjen WTO Bicara e-Commerce dan Lesunya Perdagangan Dunia

Maikel Jefriando - detikFinance
Rabu, 13 Apr 2016 16:05 WIB
Bertemu Jokowi, Dirjen WTO Bicara e-Commerce dan Lesunya Perdagangan Dunia
Foto: Setkab
Jakarta - Direktur Jenderal (Dirjen) Organisasi Perdagangan Dunia atau World Trade Organization (WTO), Roberto Azevedo, baru saja bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Banyak hal yang dibahas dari sisi perdagangan, termasuk yang terjadi dengan Indonesia.

Salah satunya terkait perdagangan berbasis elektronik atau e-commerce. Menurutnya perkembangan sektor ini sangat pesat terjadi berbagai negara.

"Tema yang cukup menantang untuk dibahas seperti perdagangan berbasis elektronik," ungkap Azevedo dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Azevedo beranggapan, potensi e-commerce sangat besar di Indonesia. Mengingat tingginya partisipasi investasi yang muncul dari kalangan dunia usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UMKM). Meskipun tidak sedikit juga dihadapkan dengan berbagai masalah.

"Ada sejumlah masalah yang saya pikir bisa dibahas di atas meja, dan saya mengundang pemerintah Indonesia untuk menjadi peserta aktif dalam berbagai pembicaraan," jelasnya.

Selain itu, juga membahas terkait dengan perekonomian dunia masih sangat sulit. Dikarenakan banyak negara yang tengah dalam perlambatan, meskipun sudah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong perekonomian.

"Dunia tengah dalam situasi yang sangat sulit, ekonomi masih sangat melambat dan kita butuh satu titik untuk menyamakan visi. Dan saya pikir Indonesia sudah sejalan dengan hal tersebut, dengan kebijakan-kebijakan yang sudah dikeluarkan," ujarnya.

Pada 2015 lalu, pertumbuhan volume perdagangan hanya mencapai 2,8%. Tahun ini diharapkan bisa naik menjadi 3,6%. Optimisme ini bersumber dari kebijakan moneter berbagai negara maju yang mampu mendorong perekonomian.

"Saya harapkan ini paling besar datang dari Asia, karena kita melihat potensi yang sangat besar," tukasnya. (mkl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads