Untuk melewati ruas Tol Trans Sumatera ini, masyarakat belum akan dikenakan biaya karena kondisi jalannya yang masih berupa tanah dan kerikil.
"Masih (gratis) kan masih kerikil dan jalan tanah," ujar Direktur Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, Hediyanto W Husaini, usai menghadiri rapat di Kantor Kementerian BUMN, Rabu malam (13/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya ada sebagian paling ada 8 km di Bakauheni mungkin 7 km di daerah yang namanya Itera di ujung Terbanggi, kita coba perkenalkan saja kepada publik," lanjut Hediyanto.
Sebagai informasi, jalan yang akan dibuka secara fungsional alias darurat. Titiknya akan terbagi di 2 lokasi. Pertama, sepanjang 3,99 km dari Lematang-Kota Baru.
Kedua, sepanjang 12,09 km dari Branti menuju Metro. Menurut data Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pembebasan lahan pada ruas Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 140 km telah mencapai 18,02%, atau sekitar 25,23 km.
Kegiatan konstruksi yang dilakukan pada paket 1 telah mencapai 1,16%, paket 2 mencapai 3,53%, sedangkan paket 3 dan 4 dalam persiapan konstruksi sembari menunggu kesiapan lahan. (wdl/wdl)











































