"Hingga hari ini, perkembangannya sudah sekitar 14% bila dilihat dari pekerjaan fisik yang sudah kita lakukan. Jadi, 14% terutama pekerjaan yang bentang tengah," ujar Kepala Balai Jembatan Wilayah X Papua, Oesman H. Marbun kepada detikFinance, beberapa waktu lalu.
Pekerjaan paling nampak adalah pekerjaan pembuatan struktur pondasi jembatan yang akan menjadi tulang punggung konektivitas antara ibu kota Jayapura dengan wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Skow, Muara Tami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jembatan dengan panjang total 733 meter ini, berdiri di atas laut di teluk Youtefa, menghubungkan daerah Hamadi di Distrik Jayapura Selatan yang berada di sisi barat jembatan dan daerah Holtekamp di Distrik Muara Tami di sisi timur jembatan.
Keberadaan jembatan ini bisa mempersingkat waktu tempuh dari Kota Jaya Pura menuju Skow, Distrik Muara Tami yang merupakan perbatasan RI-Papua Nugini.
Pelaksanaan pembangunan fisik jembatan terpanjang di Papua ini dikerjakan oleh Konsorsium PT PP (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero) Tbk, dan PT Nindya Karya (Persero).
Biaya pembangunan jembatan diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun yang didanai secara patungan (cost sharing) dari APBN untuk Jembatan Utama atau bentang tengah dan APBD Provinsi Papua untuk Jembatan pendekat arah Holtekamp, serta APBD Kota Jayapura untuk mendanai pembangunan jalan pendekat arah Hamadi dan pembebasan lahan.
Jembatan ini juga punya peranan penting dalam mendukung perkembangan ekonomi di kawasan yang terhubung yakni daerah Hamadi di Distrik Jayapura Selatan yang berada di sisi barat jembatan dan daerah Holtekamp di Distrik Muara Tami di sisi timur jembatan.
"Diharapkan seluruh proses pembangunan dapat selesai tepat waktu yakni tahun 2018," pungkas dia.
Drone Elang Nusa
Sejak 14 April 2016, program Drone Telkomsel dimulai dan akan berlanjut hingga 14 Mei 2016. Program Drone Telkomsel ini diberi nama Ekspedisi Langit Nusantara (Elang Nusa). Ini adalah ekspedisi ambisius yang akan berjalan satu bulan penuh.
Telkomsel akan menjelajahi Indonesia sekaligus menguji kehebatan jaringan broadband-nya melalui video streaming yang akan disiarkan dari dua buah drone berjenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) berukuran besar yang melintasi lebih dari 50 kota di Indonesia.
Dalam ekspedisi Elang Nusa ini, dua buah drone berukuran besar dengan bentangan sayap hingga 2,4 meter akan diterbangkan secara bersamaan, menempuh Jalur Barat (Elang Barat) dan Jalur Timur (Elang Timur) Indonesia sepanjang 8.500 km.
Selama program, kedua drone akan merekam video yang kemudian diunggah melalui jaringan terbaik Telkomsel ke www.telkomsel.com/elangnusa, sehingga masyarakat dapat mengikuti perjalanan secara lengkap, baik melalui live streaming maupun recorded.
Elang Barat akan memulai perjalanan dari Sabang dan akan menempuh beberapa kota di antaranya Medan, Palembang, Tasikmalaya, Yogyakarta dan Malang.
Sementara Elang Timur, akan berangkat dari Merauke dan bergerak melewati Sorong, Ambon, Manado, Banjarmasin, Makassar, dan Labuan Bajo.
Di akhir perjalanan kedua drone akan bertemu dan mendarat di Denpasar. Selain menangkap berbagai keindahan dari alam Indonesia, dalam perjalanannya, Elang Barat dan Elang Timur juga akan menyapa masyarakat yang berada di kota-kota yang dilewati.
"Ayo ikuti Ekspedisi Langit Nusantara dan jadilah saksi keindahan Bumi Indonesia" (drk/hns)











































