Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Jabar, Dedi Taufik, menyebutkan kehadiran LRT akan menambah pilihan masyarakat Kota Bandung dan sekitarnya, untuk berpindah lokasi dari satu tempat ke tempat lain tanpa terjebak kemacetan kendaraan.
"Ya sehingga nanti solusi kemacetan di Jabar, khususnya Kota Bandung, bisa terselesaikan dengan cepat," kata Dedi, usai menggelar rapat dengan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, membahas sosialisasi LRT di Balaikota Bandung, Jalan Wastukencana, Jumat (15/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi menegaskan, LRT akan terhubung dengan kereta cepat Bandung-Jakarta yang dibangun oleh konsorsium BUMN Indonesia dan China. Kapan target waktu penyelesaian proyek LRT Bandung Raya?
"Timeline harus sesuai dong. Kita harus selesaikan bersamaan dengan kereta api cepat (Jakarta-Bandung). Ya target waktu kan harus 2018 lah bisa selesai," ujar Dedi.
LRT merupakan kereta ringan beroperasi di kawasan perkotaan yang banyak digunakan di Eropa dan Amerika Serikat. Sistem kereta tersebut bisa dikendalikan secara otomatis tanpa melibatkan masinis.
Area pengembangan LRT Bandung Raya meliputi lima daerah yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang. Jika terkoneksi dengan kereta cepat, nantinya LRT ini akan menghubungkan wilayah di Bandung Raya dalam sebuah konsep transportasi modern. (bbn/wdl)











































