LRT Bandung Raya Dibiayai Negara, Ridwan Kamil: Ternyata Pak Jokowi Beri Bonus

LRT Bandung Raya Dibiayai Negara, Ridwan Kamil: Ternyata Pak Jokowi Beri Bonus

Baban Gandapurnama - detikFinance
Jumat, 15 Apr 2016 15:03 WIB
LRT Bandung Raya Dibiayai Negara, Ridwan Kamil: Ternyata Pak Jokowi Beri Bonus
Foto: Muhammad Iqbal/detikcom
Bandung - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, bernafas lega lantaran proyek pembangunan angkutan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) Bandung Raya dibiayai penuh oleh negara. Emil, sapaan Ridwan, nampak sumringah berkaitan kabar positif tersebut.

"Dengar semua dibiayai APBN, ya alhamdulillah. Kudunya (harusnya) memang begitu," ucap Emil, usai menggelar rapat sosialisasi LRT di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (15/4/2016).

Emil menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, yang turut andil mendorong pelaksanaan proyek LRT di area Bandung Raya. Langkah tersebut selaras dengan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam percepatan pembangunan infrastruktur untuk moda transportasi massal di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadinya kan Perpres-nya kita harapkan konsorsium kereta api cepat akan mengerjakan LRT, ternyata oleh Pak Jokowi diberi bonus. Jadi semua LRT Bandung Raya pakai APBN, tidak oleh swasta. Ya dananya (pembangunan LRT) bukan dari Pemkot Bandung dan Pemprov Jabar, tapi dari negara," tutur Emil, sembari tersenyum.

LRT dirancang saling interkoneksi dengan kereta cepat Bandung-Jakarta, yang dibangun oleh konsorsium BUMN Indonesia dan China. Area pengembangan LRT Bandung Raya meliputi lima daerah, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.

Saat ini pemerintah pusat sedang membahas penyesuaian peraturan terkait pembangunan LRT Bandung Raya. "Perpres lagi disiapkan, dalam waktu dekat. Jadi Pepres itu nanti menunjuk satu BUMN yang akan mengerjakan DED (Detail Engineering Design) dan pengerjaannya," ujar Emil.

Bila tak terhambat problematik, pembangunan LRT Bandung Raya ditargetkan rampung pada 2018 mendatang. Proyek tersebut diharapkan bersamaan dengan selesainya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

"Targetnya sama, pas kereta api cepat selesai. Jadi LRT yang jalur Kota Bandung juga selesai," kata Emil. (bbn/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads