"Dengar semua dibiayai APBN, ya alhamdulillah. Kudunya (harusnya) memang begitu," ucap Emil, usai menggelar rapat sosialisasi LRT di Balaikota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (15/4/2016).
Emil menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat, yang turut andil mendorong pelaksanaan proyek LRT di area Bandung Raya. Langkah tersebut selaras dengan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam percepatan pembangunan infrastruktur untuk moda transportasi massal di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
LRT dirancang saling interkoneksi dengan kereta cepat Bandung-Jakarta, yang dibangun oleh konsorsium BUMN Indonesia dan China. Area pengembangan LRT Bandung Raya meliputi lima daerah, yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.
Saat ini pemerintah pusat sedang membahas penyesuaian peraturan terkait pembangunan LRT Bandung Raya. "Perpres lagi disiapkan, dalam waktu dekat. Jadi Pepres itu nanti menunjuk satu BUMN yang akan mengerjakan DED (Detail Engineering Design) dan pengerjaannya," ujar Emil.
Bila tak terhambat problematik, pembangunan LRT Bandung Raya ditargetkan rampung pada 2018 mendatang. Proyek tersebut diharapkan bersamaan dengan selesainya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
"Targetnya sama, pas kereta api cepat selesai. Jadi LRT yang jalur Kota Bandung juga selesai," kata Emil. (bbn/wdl)











































