Importir: Harga Daging Bisa Makin Mahal Saat Ada Impor Kerbau India

Importir: Harga Daging Bisa Makin Mahal Saat Ada Impor Kerbau India

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 15 Apr 2016 17:05 WIB
Importir: Harga Daging Bisa Makin Mahal Saat Ada Impor Kerbau India
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pemerintah terus berupaya menekan harga daging sapi yang saat ini dijual di kisaran Rp 120.000-140.000/kg. Salah satunya, dengan membuka impor dari negara-negara zona based, atau negara yang dinyatakan belum 100% bebas penyakit kuku dan mulut (PMK), seperti India, Brasil, Argentina, dan sejumlah negara Afrika.

India jadi salah satu opsi negara yang dipilih untuk memasok daging ke Indonesia. Sebelumnya, dengan aturan lama atau country based, impor daging sangat bergantung pada Australia dan Selandia Baru.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Sapi (Aspidi), Thomas Sembiring mengungkapkan, rencana impor daging kerbau India justru memunculkan masalah baru, yakni harga daging yang lebih fluktuatif dari saat ini akibat ketidakpastian pasar. Harga daging sapi di pasar bisa kembali melambung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami importir dan feedloter takut mau impor, ini baru rencana sudah takut. Orang mau rencana impor buat 4 bulan nanti, jadi was-was kalau tiba-tiba daging India masuk, karena impor sapi itu perlu perencanaan lama. Harus digemukkan dan sebagainya," jelas Thomas kepada detikFinance, Jumat (15/4/2016).

"Akibat orang takut impor sapi gara-gara daging India, akhirnya barang kosong. Dampaknya harga malah bisa sangat tinggi karena barang kosong. Pengusaha mana sih yang mau rugi, kalau impor tapi tiba-tiba harga jatuh karena kerbau India. Harga makin fluktuatif, harusnya pemerintah pikirkan itu," tambahnya.

Selain dari sisi importir, lanjut Thomas, pemerintah juga harus memikirkan dampak jatuhnya harga pada peternak lokal. Selain pada importir, impor daging kerbau India juga akan membuat harga peternak lokal sangat fluktuatif.

"Katanya pemerintah ini kan mau buru-buru bisa segera impor. Alasannya biar harga turun saat Idul Fitri. Kalau harga daging jatuh peternak lokal ogah mau jual. Kalau sudah begitu mereka pilih lebih baik jual nanti 2 bulan lagi pas Idul Adha," pungkas Thomas. (wdl/wdl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads