India jadi salah satu opsi negara yang dipilih untuk memasok daging ke Indonesia. Sebelumnya, dengan aturan lama atau country based, impor daging sangat bergantung pada Australia dan Selandia Baru.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Importir Daging Sapi (Aspidi), Thomas Sembiring mengungkapkan, rencana impor daging kerbau India justru memunculkan masalah baru, yakni harga daging yang lebih fluktuatif dari saat ini akibat ketidakpastian pasar. Harga daging sapi di pasar bisa kembali melambung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Akibat orang takut impor sapi gara-gara daging India, akhirnya barang kosong. Dampaknya harga malah bisa sangat tinggi karena barang kosong. Pengusaha mana sih yang mau rugi, kalau impor tapi tiba-tiba harga jatuh karena kerbau India. Harga makin fluktuatif, harusnya pemerintah pikirkan itu," tambahnya.
Selain dari sisi importir, lanjut Thomas, pemerintah juga harus memikirkan dampak jatuhnya harga pada peternak lokal. Selain pada importir, impor daging kerbau India juga akan membuat harga peternak lokal sangat fluktuatif.
"Katanya pemerintah ini kan mau buru-buru bisa segera impor. Alasannya biar harga turun saat Idul Fitri. Kalau harga daging jatuh peternak lokal ogah mau jual. Kalau sudah begitu mereka pilih lebih baik jual nanti 2 bulan lagi pas Idul Adha," pungkas Thomas. (wdl/wdl)











































