Direktur Utama Garuda Indonesia, Arif Wibowo mengatakan, salah satu upaya mendongkrak permintaan kargo yakni dengan menambah layanan kargo langsung ke customer (door to door), dari sebelumnya hanya sampai ke bandara (port to port).
"Tapi kita tidak bermain di fright, kita tetap pakai mitra kita seperti PT Pos Indonesia. Memang pendapatan kita dari kargo sangat kecil, hanya kurang 10% atau antara US$ 260-300 juta, kita mau tambah jadi di atas 20% tahun ini," jelas Arif ditemui di kantor pusat Garuda Indonesia, Cengkareng, Tanggerang, Jumat (15/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada penambahan pesawat. Kita memaksimalkan pesawat penumpang yang ada, kita tidak punya pesawat kargo khusus. Tahun lalu kargo turun karena ada peningkatan kapasitas penumpang. Dan saya kira pertumbuhannya sangat tinggi. Kita buka rute ke Amsterdam saja sehari bisa 15-16 ton sehari," ungkap Arif.
Bahkan, lanjutnya, Garuda saat ini menambah satu direksi lagi yang khusus menangani distribusi kargo.
"Agar fokus kita tambah direksi kita untuk layanan kargo. Harapannya bisa meningkat," tutup Arif. (feb/feb)











































