Peranan Humas yang terdiri dari 118 perusahaan BUMN dan lebih dari 500 anak perusahaan BUMN juga menjadi sangat strategis dalam menjaga reputasi dan citra perusahaan dalam menghadapi Era Persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).
"Peranan humas BUMN sangat vital menghadapi persaingan usahanya di masa mendatang. Citra positif perusahaan yang terkelola dengan baik akan memberikan keuntungan bagi para stakeholders," kata Ahmad Reza dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reza menambahkan, dengan potensi yang dimiliki Humas BUMN seharusnya bisa menjaga arah optimisme perekonomian nasional. Pasalnya, saat ini perusahaan BUMN dituntut menopang kestabilan ekonomi yang saat ini perkembangan sudah cukup baik. Misalnya, tren inflasi yang rendah, nilai tukar rupiah yang stabil, suku bunga kredit yang relatif menurun, dan akses pembiayaan pengusaha UMKM yang mulai merata.
Ia mengatakan dalam memimpin FH BUMN tiga tahun ke depan, dirinya akan memilih pengurus muda, energik dan menguasai teknologi terkini agar cepat bergerak untuk membawa wadah insan Humas BUMN ini memberikan value added bagi BUMN dan kontribusi kepada masyarakat.
Selain itu, kata Reza, pengurus baru akan melakukan sertifikasi dan standarisasi insan Humas agar handal dan dapat menyongsong MEA serta mendorong Humas sebagai perencana dan Komunikator BUMN dalam membangun negeri.
"Insan Humas dituntut berperan strategis di lingkungan BUMN. Masing-masing agar mampu membawa BUMN lebih komunikatif, memiliki reputasi dan citra lebih baik," ujarnya.
Sementara itu, Deputi Infrastruktur Bisnis Kementrian BUMN Hambra, mengatakan tenaga kehumasan BUMN harus meningkatkan kemampuan komunikasi publik yang baik untuk memperkuat citra positif kinerja perusahaann di masyarakat.
"Jangan sampai opini negatif menutupi banyak kontribusi BUMN yang dipersembahkan kepada bangsa," kata Hambra.
Menurut Hambra, sejarah pembentukan Forum Humas BUMN, antara lain untuk memperkuat kompetensi humas BUMN dengan memunculkan informasi yang berimbang mengenai kinerja BUMN.
"Pada awal dulu banyak informasi yang hanya menyoroti tentang sisi negatif BUMN, meskipun jika ditelusuri belum jelas faktanya," kata dia.
(feb/mkl)











































