Driver Gojek Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Ini Keuntungannya

Driver Gojek Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Ini Keuntungannya

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 17 Apr 2016 17:30 WIB
Driver Gojek Ikut BPJS Ketenagakerjaan, Ini Keuntungannya
Foto: Maikel Jefriando-detikFinance
Jakarta - Para pengemudi Gojek yang sudah mendapatkan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tidak perlu lagi khawatir soal jaminan atas risiko pekerjaan, khususnya ketika terjadi kecelakaan sampai dengan kematian.

Iuran yang harus dibayarkan oleh pengemudi yang berjumlah 1.200 orang tersebut adalah Rp 16.800 per bulan, meliputi Rp 10.000 untuk kecelakaan kerja dan Rp 6.800 untuk kematian. Dengan asumsi penghasilan Rp 1.000.000 per bulan.

Maka bila nanti terjadi kecelakaan dan pengemudi tidak bisa bekerja selama enam bulan, maka BPJS Ketenagakerjaan akan mengganti penghasilan pengemudi sebanyak 100%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kecelakaan kerja itu kan pertama sementara tidak mampu bekerja kita bayar 6 bulan pertama 100%," ungkap Ilyas Lubis, Direktur Perluasan Kepesertaan dan Hubungan Antar Lembaga BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Pusat BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta, Minggu (17/4/2016).

Jika ternyata belum juga pulih, maka enam bulan kemudian akan dilanjutkan. Tapi penghasilan yang diganti hanya 75%. Begitu seterusnya sampai dinyatakan kondisi akhir terhadap pengemudi.

"Itu tetap kita bayar dan selanjutnya sampai dinyatakan kondisi akhir dari si pekerja itu. kedua tadi biaya perawatan pengobatan batasannya sembuh," paparnya.

Kalau pihak Rumah Sakit (RS) menyatakan pengemudi mengalami trauma, maka akan dirunut ke RS khusus, seperti Mayapada dan Siloam yang sudah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan.

"Ternyata lebih parah sampai cacat itu ada tunjangan cacat," kata Ilyas.

Bagaimana dengan meninggal dunia?

Ilyas menjelaskan, pihaknya akan memberikan dana tunai sebesar 48 kali gaji. Di tambah dengan biaya pemakaman sebesar Rp 3 juta dan beasiswa untuk anak yang ditinggalkan sebesar Rp 12 juta per anak.

"Rp 12 juta untuk 1 anak. Kita berikan sebesar itu," pungkasnya. (mkl/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads