BPS Kerahkan 3.680 Petugas Sensus Ekonomi di Papua

BPS Kerahkan 3.680 Petugas Sensus Ekonomi di Papua

Wilpret Siagian - detikFinance
Senin, 18 Apr 2016 16:08 WIB
BPS Kerahkan 3.680 Petugas Sensus Ekonomi di Papua
Foto: Wilpret Siagian
Jayapura - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, mengajak berbagai lembaga dan asosiasi pengusaha di Papua untuk menerima petugas Sensus Ekonomi 2016 yang diturunkan pada tanggal 1-31 Mei mendatang.

Sensus Ekonomi yang dilakukan serentak di Provinsi Papua akan melibatkan 3.680 petugas untuk menjangkau seluruh wilayah Papua yang terdiri dari 29 kabupaten/kota.

Kabid Penyedia Data BPS Provinsi Papua, Bambang mengungkapkan, pelaksanaan sensus ekonomi dilakukan untuk mendapatkan data-data tentang perekonomian nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi sensus ekonomi ini untuk mendapatkan data-data tentang perekonomian yang ada dan digunakan untuk data perencanaan semua pihak serta untuk bahan pemerintah membuat kebijakan di bidang ekonomi," kata Bambang usai kegiatan sosialisasi Sensus Ekonomi 2016 di Jayapura, Provinsi Papua, Senin (18/4/2016).

Dalam sensus ekonomi itu, semua sektor ekonomi dan usaha, baik yang berbadan hukum maupun tidak berbadan hukum akan didata di seluruh wilayah Indonesia.

"Yang kita data semua pengusaha baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, kecuali sektor pertanian karena sudah didata pada 2013," tambahnya.

Meskipun wilayah Papua cukup luas dan medan yang sulit, namun Bambang yakin dalam waktu sensus bisa tuntas dilaksanakan, karena di setiap kabupaten terdapat petugas sensus.

"Kita menurunkan 3.680 orang juru sensus untuk seluruh wilayah Papua, ada satu pengawas dan tiga petugas sekali turun bersama-sama. Ketika di lapangan ada kesulitan kami ada tim cadangan," katanya.

Bahkan untuk lebih mempermudah pendataan, BPS juga telah menurunkan tim untuk melakukan sosialisasi ke semua kabupaten/kota, sebelum Tim Sensus Ekonomi bekerja pada Mei mendatang.

"Jadi sebelum tim ini turun, kami sudah sosialisasi dulu di semua kabupaten dan kota dengan berkoordinasi dengan semua instansi terkait termasuk juga dengan pihak keamanan," katanya.

BPS juga sebelumnya telah melakukan pelatihan terhadap 3.680 petugas Sensus Ekonomi. Petugas itu telah dibekali dengan latihan para petugas agar mereka bisa mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin terjadi di lapangan.

Pada pelaksanaan Sensus Ekonomi itu, petugas akan melakukan pendataan secara lengkap, hanya saja di beberapa daerah yang sangat sulit dilakukan secara random.
   
"Cara random itu sesuai petunjuk pusat, di mana karena negara kita sedang mengalami gangguan keuangan sehingga banyak kementerian yang anggarannya di potong termasuk juga BPS. Jadi hanya wilayah kota Jayapura saja yang sensus lengkap, seperti di Merauke, Nabire, Timika kita ambil sample 50%, tapi untuk daerah pelosok dikena sample 25%. Pengambilan sampel ini pun bisa men-genaralisir yang 100%," tutupnya. (feb/feb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads