Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Hasil Sembiring mengakui memang ada kelangkan pada penyediaan benih. Kelangkaan terutama terjadi di benih-benih subsidi.
"Memang tahun lalu (2015) kita ada kendala di penyediaan benih. Tapi itu hanya terjadi di benih subsidi saja yang dipermasalahkan. Benih non subsidi sudah aman karena kan yang garap banyak dari sektor swasta," kata Hasil ditemui usai RDP, Senin (18/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan usaha yang dimakasud adalah PT Sang Hyang Seri dan PT Pertani yakni Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mendapat penunjukkan langsung untuk menyediakan 98.500 ton benih padi inbrida, 1.500 ton benih padi hibrida dan 1.500 ton benih jagung hibrida serta15.000 ton benih kedelai.
Namun angka tersebut tak bisa dicapai oleh kedua BUMN ini. "Di awal ketika ditugasi mereka bilang siap saja. Tapi ketika nggak bisa bisa mencapai target, mereka baru mengakui kekurangan modal kerja," pungkasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Herman Khaeron, saat membuka rapat mengungkapkanΒ ada kelangkaan pupuk dan benih.
"Kami membutuhkan penjelasan mengenai kesiapan Pemerintah dalam menghadapi musim tanam. Karena banyak beredar isu-isu kelangkan pupuk dan benih serta kesiapan menghadapi musim tanam ini. Maka hari ini kita kita akan bahas soal tema besar itu," kata membuka rapat tersebut, sore tadi.
Hadir dalam acara ini adalah Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Hasil Sembiring, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Gatot Irianto. (dna/hns)











































