Emirsyah Akhirnya Pulang Kandang
Kamis, 17 Mar 2005 09:47 WIB
Jakarta - Meneg BUMN sudah menetapkan Emirsyah Satar sebagai Dirut Garuda. Pria kelahiran Jakarta, 28 Juni 1959 ini sebelumnya pernah memangku jabatan Direktur Keuangan Garuda dari tahun 1999-2003. Emirsyah yang merupakan lulusan dari Fakultas Ekonomi Jurusan Akuntansi, Universitas Indonesia pada tahun 1985 ini memulai karirnya sebagai Auditor di PricewaterhouseCoopers di Jakarta pada tahun 1983. Dua tahun kemudian, Emirsyah bergabung dengan Citibank Jakarta sebagai Asisten Vice President of Corporate Banking Group. Namun kiprahnya di Citibank ini terhenti pada tahun 1990 saat dia bergabung di Jan Darmadi Grup hingga tahun 1994 sebegai General Manager Corporate Finance Division.Selanjutnya pada Nopember 1994-Januari 1996, Emirsyah hengkang dan menduduki posisi Presiden Direktur pada PT Niaga Factoring Corporation, Jakarta. Setahun kemudian sebagai Managing Director (CEO) pada Niaga Finance Co. Ltd, Hong Kong.Pada tahun 1999, Emirsyah mulai bergabung di Garuda Indonesia. Saat memasuki maskapai penerbangan terbesar itu, Emirsyah dijuluki sabagai rising star. Ia masuk ke Garuda saat maskapai ini tengah kembang kempis akibat terbelit utang hingga US$ 1,8 miliar. Perlahan seiring mulai membaiknya kondisi Garuda, pria murah senyum yang hobi olah raga golf ini malah hengkang dari Garuda. Pada tahun 2003, Emirsyah kembali ke habitatnya di lingkungan perbankan dengan bergabung ke Bank Danamon sebagai Wakil Presiden Direktur. Namun, Emirsyah pun harus rela melepas jabatannya itu dan pulang kandang ke Garuda setelah terpilih sebagai Dirut Garuda dalam proses yang sangat panjang. Emirsyah setidaknya akan menghadapi tantangan yang cukup berat yakni persaingan dari maskapai penerbangan murah dan juga utang Garuda yang masih sangat besar. Pada tahun 2001, saat Emirsyah masih bergabung dengan Garuda, manajemen berhasil membuat restrukturisasi utang dengan para debitur. Dan dari hasil restrukturisasi itu, hingga tahun 2010, Garuda memiliki kewajiban mencicil sebesar US$ 120 juta tiap tahunnya.
(qom/)











































