OPEC Tambah Kuota, Harga Minyak Tembus US$ 56
Kamis, 17 Mar 2005 10:37 WIB
Jakarta -
Langkah OPEC menaikkan kuota produksi sebanyak 2 persen atau 500 ribu barel per hari ternyata tidak mampu menekan harga minyak dunia. Harga minyak dunia saat ini diperdagangkan US$ 56 per barel atau naik 1 dolar AS dibandingkan harga kemarin yakni US$ 55 per barel.Kuota OPEC yang sebelumnya sebesar 27 juta barel per hari, mulai 1 April 2005 mendatang dinaikkan kuota produksinya menjadi 27,5 juta barel per hari. Hal itu diputuskan dalam sidang Negara Pengekspor Minyak (OPEC) di Isfahan, Iran kemarin. Pejabat perminyakan Arab Saudi dan Kuwait sepeti yang dikutip kantor berita AP, Kamis (17/3/2005) menyatakan, mereka akan segera melakukan langkah untuk menekan harga miinyak tersebut. Mereka akan menambah produksinya sebesar 370 ribu barel per hari mulai April mendatang.Kenaikan harga minyak sebesae US$ 56 per barel tersebut terjadi di saat OPEC telah menaikkan kuota produksi minyaknya. Seharusnya kenaikan kuota itu membuat harga minyak turun dan berada dalam level US$ 40 - US$ 50 per barel. Sejumlah pengamat memperkirakan kenaikan harga minyak sebesar US$ 56 per barel ini tidak akan berlangsung lama. Kenaikan harga minyak disebabkan permintaan minyak yang tinggi dalam beberapa pekan ini. Saat ini, di pasar New York Mercantile Exchange, minyak untuk jenis light sweet crude untuk kontrak bulan April naik sekitar US$ 1,41 per barel sehingga harga minyak menjadi US$ 56,46 per barel.Sedangkan harga minyak kemarin untuk jenis light sweet crude untuk kontrak bulan April diperdagangkan sekitar US$ 55,05 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara di London, minyak untuk jenis brent crude diperdagangkan sebesar US$ 53,85 per barel.Badan Energi Internasional atau The International Energy Agency (IEA) menyatakan naiknya harga minyak dunia akibat permintaan minyak global yang tinggi dimana permintaan mencapai 84,3 juta per barel per hari. Kenaikan ini karena banyak konsumsi minyak di Amerika Serikat (AS) dan China.Tingginya harga minyak juga berdampak pada jatuhnya saham-saham di bursa saham Asia. Saham-saham yang terkena imbas naiknya harga minyak terutama saham di sektor otomotif. Saham yang jatuh antara lain saham Honda Motor Co. Di bursa Nikkei saham Honda turun 0,73 persen. Begitu juga dengan saham General Motor Corp, yang terancam turun.Saham perusahaan raksasa elektronik Samsung Electronics juga mengalami hal yang sama. Saham Samsung turun sekitar 1,69 persen di bursa Korea Selatan.
(mar/)










































