Langkah ini bukan tanpa sebab. Ia menilai jumlah wirausahawan Indonesia, persentasenya masih sangat kecil.
"Saya dengar hanya 1%, kalau negara tetangga sudah 5-7%, kita harus bergerak dan melihat potensi di lapangan serta memberi dukungan agar tercipta wirausaha yang bisa berkompetisi secara global," kataΒ Rini saat blusukan di Peternakan Buruh Puyuh, Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (19/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan bantuan dan dukungan pembiayaan berbunga rendah dari BUMN, Rini percaya akan lahir pengusaha baru dan sukses. Terkait acara di Sukabumi, Rini menyempatkan diri berdialog dengan salah satu pengusaha burung puyuh bernama Slamet yang menjadi mitra BUMN.
"Kita harus mencetak 1.600 Slamet yang baru, targetnya 12 bulan, kita harus lakukan itu," Sebutnya.
Ia juga berpesan ke Slamet dan dinas terkait di Sukabumi agar mendorong pengembangan burung puyuh sebagai alternatif pangan. Burung puyuh juga bisa menjadi ikon kota Sukabumi.
"Karena daging sapi mahal, oleh karena itu harus ada alternatif, dan saya titip bupati, kalau puyuh ini usaha yang terlahir di Sukabumi, marilah kita bikin Sukabumi gerai "Sukabumi Fried Quail" yang tidak kalah dengan KFC," paparnya. (feb/hns)











































