Bush Jagokan Wolfowitz Jadi Presiden Bank Dunia
Kamis, 17 Mar 2005 11:26 WIB
Jakarta - Presiden Bush menjagokan Deputi Menteri Pertahanan Amerika Serikat Paul Wolfowitz untuk menduduki jabatan presiden Bank Dunia. Sejumlah pemimpin negara beragam dalam menanggapi, pilihan presiden Amerika Serikat (AS) tersebut.Wolfowitz yang dinominasikan Bush selama ini dikenal sebagai orang yang sangat berperan terhadap kebijakan pemerintah AS menyerbu Irak. Sejumlah organisasi internasional meragukan kemampuan Wolfowitz dalam memimpin Bank Dunia dan juga apakah dia orang yang cocok untuk menduduki jabatan tersebut.Tanggapan juga datang dari Presiden Perancis Jacques Chirac yang selama ini menentang langkah AS untuk menjajah Irak. "Perancis akan menilai semangat persahabatan antara Perancis dan AS dan tujuan serta misi pengembangan dari Bank Dunia," katanya.Jepang yang juga selama ini mendukung invasi AS ke Irak, mendukung calon yang diusulkan Amerika Serikat itu. Menlu Jepang menyatakan, Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi sangat mendukung Wolfowitz. Hal itu terungkap dalam pembicaraan lewat telepon antara Bush dan Junichiro Koizumi seperti yang dikutip kantor berita AP, Kamis (17/3/2005).Sementara Sekjen PBB Kofi Annan yang selama ini juga dikenal sebagai penentang invasi AS ke Irak agaknya kurang setuju dengan pilihan Bush tersebut."Sudah saatnya mencari kandidat lain yang memang memiliki pengalaman yang kuat dalam hal pembangunan dan pengembangan," kata Professor Jeffrey Sachs, direktur Earth Institute at Columbia University dan juga penasehat Kofi Annan."Ratusan juta orang di dunia ini menggantungkan hidupnya kepada presiden Bank Dunia. Mari kita cari presiden Bank dunia yang punya jiwa kepemimpinan dan profesional sesuai dengan keahliannya," katanya.Kritikan juga datang dari organisasi British Charity Action Aid. "Apakah dia bisa membela kaum miskin," kata mereka. Dave Timms, juru bicara World Development Network menyebutkan pilihan Bush tersebut sangat menyedihkan.Menteri Pembangunan Internasional Swedia Carin Jaemtin juga menyatakan rasa skeptisnya terhadap pilihan Bush tersebut. Namun, dia berharap Wolfowitz dapat meneruskan kembali kebijakan yang telah dilakukan Presiden Bank Dunia James Wolfensohn.
(mar/)











































