Jembatan Merah Putih di Ambon Telah Beroperasi, Panjangnya 1.140 Meter

Ekspedisi Langit Nusantara

Jembatan Merah Putih di Ambon Telah Beroperasi, Panjangnya 1.140 Meter

Muhammad Idris - detikFinance
Jumat, 22 Apr 2016 11:12 WIB
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Pembangunan Jembatan Merah Putih di Kota Ambon, Provinsi Maluku, telah tersambung. Jembatan ini menghubungkan wilayah Hative Kecil (sisi Galala) dengan wilayah Rumah Tiga (sisi Poka) di Teluk Ambon.

Jembatan yang 'membelah' Teluk Ambon ini memiliki panjang 1.140 meter dan terbagi menjadi 3 bagian. Jembatan Merah Putih terbagi menjadi 3 bagian. Pertama, jembatan pendekat Poka (Poka approach bridge) sepanjang 520 meter.

Kedua, jembatan pendekat Galala (Galala approach bridge) sepanjang 320 meter, dan ketiga, jembatan utama (main bridge) sepanjang 300 meter. Sedangkan tinggi jembatan ini mencapai 34,1 meter di atas permukaan laut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Proyek konstruksi Jembatan Merah Putih, telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada awal April 2016.

Konstruksi jembatan yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 772,9 miliar ini telah dimulai sejak Juli 2011, dan baru tersambung seluruhnya pada Maret 2016.

Kepala Satuan Kerja Jembatan Merah Putih, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Christoforus Lasmono mengungkapkan, lamanya pengerjaan proyek tersebut disebabkan oleh kondisi cuaca angin timur di Maluku yang membuat pengiriman material konstruksi terhambat.

"Tahun 2012-2013 kita kehilangan waktu banyak. Karena material pabrikan semua didatangkan dari Surabaya, semen dari Makassar. Saat musim angin timur, sulit kapal dari Surabaya dan sebaliknya susah ke Ambon," jelasnya ditemui di lokasi Jembatan Merah Putih, Ambon, Senin (4/3/2016).

"Jadi masalahnya di pengiriman yang jadi kendala paling berat. Saat November sampai Januari nggak boleh berlayar kapal dari Surabaya. Begitu saat April sampai Agustus kapal dari Ambon tak boleh keluar ke Surabaya," ujar Lasmono.

Selain itu, dia menuturkan, lambatnya pembangunan jembatan yang membentang di Teluk Ambon ini dikarenakan curah hujan yang sangat tinggi sejak 2012.

"Sejak 2012 hujan terus, jadi memang membuat proses konstruksi lambat dalam pembetonan kan butuh cuaca yang bagus. Faktor penghambat terakhir karena kemarin sempat gempa," kata Lasmono.

Warga Tidak Lagi Memakai Ferry

Dibukanya Jembatan Merah Putih, pasca diresmikan oleh Presiden Jokowi, membuat masyarakat Kota Ambon tak lagi bersusah payah menyeberang menggunakan kapal ferry, atau memutar jauh jika harus menuju ke sisi Teluk Ambon di seberang.

Salah seorang warga yang ditemui detikFinance bernama Raymond menuturkan, sebelum selesainya Jembatan Merah Putih, ia harus menyeberang menggunakan kapal ferry yang mematok tarif Rp 30.000 untuk kendaraan mobil, dan Rp 15.000 untuk sepeda motor sekali jalan.

"Sekali jalan kalau pakai ferry mobil bayar Rp 30.000, kalau motor kena Rp 15.000. Nyebrang paling 10 menit saja, belum termasuk nunggu, soalnya ferry mau jalan kalau sudah penuh," kata Raymond.

Sementara jika harus memutar, dirinya paling tidak harus menghabiskan bensin serta waktu di jalan selama sekitar satu jam perjalanan.

"Kalau saya lebih senang muter, karena kalau pakai ferry body mobil suka lecet kena motor. Memang di Ambon tak macet, tapi sudah mulai padat, tapi kalau ada tabrakan suka macet juga, belum angkot yang suka makan 3 badan jalan," ujar Raymond.

Sekarang dengan diresmikannya jembatan sepanjang 1.140 meter tersebut, hanya perlu waktu sekitar 15 menit dari pusat Kota Ambon di sisi Desa Galala, ke sebrang di sisi Desa Poka yang berdekatan Bandara Pattimura dan Universitas Pattimura.

"Kalau menyeberang jembatan dari pusat kota ke bandara paling 15 menit," tutupnya.

Ekspedisi Drone Elang Nusa

Hari ini, Jumat (22/4/2016), Drone Elang Timur terbang dari Kota Sorong ke Ambon. Sejak 14 April 2016, program Drone Telkomsel dimulai dan akan berlanjut hingga 14 Mei 2016. Program Drone Telkomsel ini diberi nama Ekspedisi Langit Nusantara (Elang Nusa). Ini adalah ekspedisi ambisius yang akan berjalan satu bulan penuh.

Telkomsel akan menjelajahi Indonesia sekaligus menguji kehebatan jaringan broadband-nya melalui video streaming yang akan disiarkan dari dua buah drone berjenis UAV (Unmanned Aerial Vehicle) berukuran besar yang melintasi lebih dari 50 kota di Indonesia.

Dalam ekspedisi Elang Nusa ini, dua buah drone berukuran besar dengan bentangan sayap hingga 2,4 meter akan diterbangkan secara bersamaan, menempuh Jalur Barat (Elang Barat) dan Jalur Timur (Elang Timur) Indonesia sepanjang 8.500 km.

Selama program, kedua drone akan merekam video yang kemudian diunggah melalui jaringan terbaik Telkomsel ke www.telkomsel.com/elangnusa, sehingga masyarakat dapat mengikuti perjalanan secara lengkap, baik melalui live streaming maupun recorded.

Elang Barat akan memulai perjalanan dari Sabang dan akan menempuh beberapa kota di antaranya Medan, Palembang, Tasikmalaya, Yogyakarta dan Malang.

Sementara Elang Timur, akan berangkat dari Merauke dan bergerak melewati Sorong, Ambon, Manado, Banjarmasin, Makassar, dan Labuan Bajo.

Di akhir perjalanan kedua drone akan bertemu dan mendarat di Denpasar. Selain menangkap berbagai keindahan dari alam Indonesia, dalam perjalanannya, Elang Barat dan Elang Timur juga akan menyapa masyarakat yang berada di kota-kota yang dilewati.

"Ayo ikuti Ekspedisi Langit Nusantara dan jadilah saksi keindahan Bumi Indonesia" (feb/dna)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads