Garuda Tambah Penerbangan Rute Surabaya-Banyuwangi

ADVERTISEMENT

Garuda Tambah Penerbangan Rute Surabaya-Banyuwangi

Putri Akmal - detikFinance
Jumat, 22 Apr 2016 13:00 WIB
Foto: Putri Akmal
Banyuwangi - Garuda Indonesia menambah frekuensi penerbangan rute Surabaya-Banyuwangi dan Banyuwangi-Surabaya. Direncanakan pertengahan Mei penambahan jadwal terbang itu bisa terlaksana.

General Manager Garuda Indonesia cabang Banyuwangi, Ismu Gito Waluyo menyatakan, pihaknya saat ini sedang mengurus perizinan untuk penambahan slot terbang dengan rute Surabaya-Banyuwangi. Jadwal penerbangan yang diajukan ialah berangkat dari Bandara Juanda ke Blimbingsari pukul 06.00 wib dan terbang kembali ke Surabaya pukul 07.30 wib.

Jadwal yang diajukan ialah terbang pagi hari dengan menyasar kelompok bisnis dan eksekutif.

"Kita target operasional 16 Mei," jelas Ismugito.

Penambahan rute penerbangan Juanda-Blimbingsari itu muncul seiring banyaknya minat masyarakat untuk memanfaatkan transportasi udara. Selama evaluasi 3 bulan terakhir, kata Gito, jumlah okupansi tercatat memenuhi angka diatas 90 persen.

Penambahan jadwal terbang yang akan digeber Mei mendatang itu di targetkan bisa memenuhi angka 80 persen.

"Evaluasi 3 bulan terakhir okupansi kita lebih 90 persen. Dengan dua kali flight nanti, target kami di kisaran 80 persen," imbuhnya.

Meski begitu, pihaknya hingga kini masih belum ada persiapan untuk membuka jalur penerbangan langsung dengan tujuan berbeda selain Surabaya-Banyuwangi. Pasalnya, pihak Garuda kini masih mempertimbangkan terkait padatnya jalur lalu lintas udara dan kesiapan pasar yang ada.

"Tentu harus dilakukan demand analisa untuk mengarah ke penambahan rute, kita belum ada rencana membuka rute lain. Ya, kendalanya masalah traffic, kondisi bandara masih pembangunan dan kita juga harus survei lagi kesiapan pasar. Kita maunya sekali operasional ada kontinuitas," paparnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menambahkan, pembangunan Bandara Blimbingsari juga didukung sejumlah upaya pemerintah daerah. Seperti pembangunan terminal bandara, pembuatan jalan tembus sepanjang 2,3 kilometer dengan lebar 50 meter, jalan lingkar untuk memudahkan.

Kementerian Perhubungan dan Perum Air Navigasi saat ini juga mengkaji wacana remain over night (ron) supaya maskapai bisa melakukan terbang di malam hari. Beberapa langkah verifikasi untuk kelayakan kapasitas apron dilakukan oleh sektor terkait.

Namun jika dilihat peruntukannya, apron Bandara Blimbingsari saat ini mampu menampung total 5 pesawat ATR sehingga mampu diterbangi rute-rute lainnya.

"Dengan penambahan frekuensi tersebut, aksesibilitas semakin mudah, sektor pariwisata serta dunia usaha bisa terus berkembang dan pelayanan jasa penerbangan semakin bagus," tandasnya. (hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT