Bukan hanya Jembatan Suramadu di Indonesia, CCCC juga banyak menggarap proyek-proyek infrastruktur di negara-negara lain di dunia.
detikFinance bersama 9 jurnalis yang mewakili negara-negara ASEAN lainnya berkesempatan menyambangi markas besar CCCC di Beijing, China, Jumat (22/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() |
Li Meng, Business Manager CCCC International langsung menyambut kami dan mengajak kami mengelilingi kantor CCCC.
Meng, menunjukkan berbagai proyek baik di China maupun internasional yang telah dikerjakan CCCC.
Hasil dari proyek-proyek CCCC diabadikan lewat jepretan foto yang dibingkai dan dipasang di dinding-dinding kantor CCCC yang didominasi warna biru tua.
![]() |
Tak terhitung jumlah proyek yang telah dikerjakan. Namun, ada satu yang menarik perhatian yaitu Jembatan Suramadu. Gambar itu bertuliskan, 'Indonesia Suramadu Bridge Project'.
Ini merupakan jembatan terpanjang d Asia yang pernah dibuat CCCC.
"Proyek Jembatan Suramadu adalah yang terpanjang di Indonesia dan juga di Asia," ucap Meng.
![]() |
Selain Jembatan Suramadu, CCCC juga telah membangun berbagai proyek infrastruktur di negara lain.
Misalnya, Chongqing Chaotianmen Yangtze River Bridge.
"Ini jembatan yan paling terkenal di China," katanya.
Ad lagi, International Water Port, Sanghai International Shipping Center.
Proyek lainnya adalah 300.000 DWT Channel Dredging Project in Tianjin Port, Hang Zhou Bay Bridge, Harbor City in Sri lanka, Penang Second Bridge Malaysia, Singapore Tuas South Shipyard, Gao Lanh Bridge Project, Vietnam, dan Project of Steel Structure of the Highest Las Vegas High Roller atau kincir angin tertinggi di Las Vegas.
Dalam kesempatan yang sama, Vice President CCCC International Cai Chuansheng mengungkapkan, CCCC merupakan perusahaan konstruksi terkemuka di China.
"Kami adalah perusahaan konstruksi dan engineering internasional yang tercatat di bursa saham Hong Kong dan Shanghai. Nomor satu dari 250 perusahaan konstruksi yang ada di China," sebut dia.
![]() |
Saat ini, kata Cai, pihaknya mengerjakan berbagai proyek baik dalam maupu luar negeri.
Ke depan, pihaknya akan memperbesar porsi pengerjaan proyek-proyek luar negeri.
"Rencana 5 tahun ke depan untuk pengerjaan proyek luar negeri hingga 53% dari total. Kit tidak hanya kontraktor tapi juga service provider," ucap dia.
Terkait Indonesia, Cai menyebutkan, tak berhenti pada Jembatan Suramadu, pihaknya juga tengah menggarap BIP Industrial Park dan New Garden Real Estate Development Project Indonesia.
Cai menambahkan, pihaknya optimistis ke depan bisnis perusahaan akan berkembang lebih baik dengan membangun proyek-proyek berkelas internasional.
"Kami menyediakan capital expenditure (capex) US$ 20 miliar termasuk untuk domestic market. Kami ingin lebih banyak membangun infrastruktur di ASEAN," kata Cai.
Sebagai informasi, CCCC didirikan sejak 2005 dan terbentuk atas penggabungan China Harbour Engineering Company Group and China Road and Bridge Group.
Perusahaan ini bergerak dalam bidang konstruksi dan desain pengerukan, infrastruktur, transportasi dan bisnis manufaktur mesin pelabuhan.
CCCC merupakan perusahaan konstruksi dan desain pelabuhan terbesar di China, perusahaan pengerukan terbesar di China dan ketiga terbesar di dunia.
CCCC merupakan perusahaan infrastruktur terbesar milik pemerintah yang terdaftar di Hong Kong Stock Exchange. CCCC melakukan penawaran umum saham perdana (IPO) pada Desember 2006. Pendapatan CCCC di tahun 2015 tercatat, US$ 54,8 miliar. (drk/ang)














































