Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta khusus kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, untuk mengatasi persoalan tersebut. Khususnya terkait kemacetan di gerbang tol.
"Saya sudah minta ke Menteri PUPR agar antrean di gerbang tol dihilangkan," kata Jokowi, saat membuka rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/4/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira di negara lain sudah tidak ada yang pakai gerbang tol, semuanya menggunakan aplikasi sensorik yang dihubungkan dengan account di bank. Langsung masuk ke sana. Saya kira model-model seperti itu yang harus kita lakukan," jelasnya.
Jokowi mengakui ini adalah persoalan klasik. Banyak program yang sudah dilaksanakan, namun sepertinya belum menjasi solusi yang efektif.
"Saya harapkan kemacetan di jalur mudik yang sudah menjadi masalah klasik untuk bisa kita kurangi, bisa kita hilangkan. Oleh sebab itu aspek kualitas bidang pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang semuanya harus kita perhatikan," papar Jokowi.
Di samping itu, sangat penting untuk menjadi perhatian adalah ketersediaan bahan bakar minyak (BBM). Khususnya pada area-area yang dilewati banyak kendaraan.
"Di samping itu juga berkaitan dengan ketersediaan BBM maupun yang berkaitan dengan transportasi menuju ke daerah," pungkasnya. (mkl/wdl)











































