Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Apr 2016 20:40 WIB

Disebut Jokowi Membuat Data Berbeda, Ini Penjelasan Menaker

Maikel Jefriando - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan, Kementerian Tenaga Kerja menjadi salah satu kementerian yang menyajikan data tenaga kerja yang berbeda dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Apa jawaban Menaker, Hanif Dhakiri?

Hanif memastikan instansinya selama ini tidak melakukan survei. Data yang dimiliki merupakan hasil olahan dari data yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS).

Misalnya data yang terkait dengan angkatan kerja, penyerapan lapangan kerja, dan pengangguran serta yang lainnya.

"Kalau kami kan hanya mengolah data saja. Misalnya data angkatan kerja, kami kan nggak survei. Kita hanya mengacu ke BPS," ungkap Hanif di Istana Negara, Jakarta, Selasa (26/4/2016).

Namun ada beberapa data yang memang diterima dari kementerian lain dan pemerintah daerah (Pemda) dalam bentuk laporan yang kemudian diolah oleh Kementerian. Biasanya terkait dengan laporan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Tapi biasanya untuk hal-hal tersendiri sejauh yang diperlukan," imbuhnya.

Namun Hanif tidak menapik bila kemudian dalam laporan kepada Presiden Jokowi, ada data yang berbeda dengan kementerian lainnya. Sebab kementerian memiliki cara mengolah yang berbeda sesuai dengan kebutuhannya.

"Dasarnya sama, cara mengolahnya saja yang bisa beda. Karena biasanya ada perbandingan dengan World Bank juga. Jadi memang data memang harus dibenahi biar sama," terang Hanif. (mkl/wdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com