BUMN terlibat dalam pengelolaan destinasi/aset daya tarik wisata. Dalam area ini, Kementerian BUMN menugaskan PT TWC, PTPN IX, PT Perhutani dan PT KAI.
Di sisi pendukung aksesibilitas/konektivitas, terdapat beberapa BUMN yang terlibat di antaranya PT Garuda Indonesia, PT Citilink Indonesia, PT KAI, PT Pelni, Perum Damri, PT Pelindo III, dan PT Angkasa Pura I.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sinergi BUMN dalam pengembangan Joglosemar telah melibatkan kolaborasi dari segenap unsur BUMN dengan aset-aset yang dimilikinya dalam mendukung pengembangan kepariwisataan, baik dalam pengembangan daya tarik wisata, pengembangan aksesibilitas dan konektivitas, pengembangan amenitas, pengembangan promosi dan pemasaran, konservasi sumber daya wisata serta pemberdayaan masyarakat," tulis keterangan tertulis Kementerian BUMN, Rabu (27/4/2016)
Kawasan Joglosemar, memang dinilai kaya dengan kawasan pariwisata seperti Candu Borobudur, Candi Prambanan, Candi Ratu Boko kemudian Keraton Yogyakarta dan Solo. Ada juga area wisata alam Gunung Merapi, Merbabu, Sindoro, Sumbing, Telomoyo, Prau dan Ungaran. Kemudian kawasan Kota Lama, Situs Perketaapian, dan perkebunan.
"Borobudur dan Prambanan pada tahun 1991 telah ditetapkan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia sehingga menjadi icon penting yang dapat menggerakkan kepariwisataan di kawasan Joglosemar," sebutnya. (feb/hns)











































