Menurut Jokowi, kedua kementerian ini memiliki data yang berbeda soal tenaga kerja. Menanggapi hal ini, Menteri Perindustrian (Menperin), Saleh Husin menjelaskan, Kemenperin memang mencantumkan data tenaga kerja dalam Ripin atau Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional.
Namun, data tersebut bukan mencakup tenaga kerja di seluruh sektor, melainkan hanya yang menjadi urusan Kemenperin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan data tenaga kerja yang dari Kemenaker mencakup seluruh sektor, seperti perdagangan, pariwisata, dan sebagainya. Dia menambahkan, Kemenperin tetap mengacu kepada Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai basis data.
"Data kita selalu berbasis BPS," tutur Saleh.
Seperti diberitakan sebelumnya, ada beberapa kementerian yang disebutkan langsung oleh Jokowi, memiliki data yang berbeda. Di antaranya adalah Kemenkes dengan Kemensos untuk data kemiskinan.
Kemudian data pangan yang tersedia di Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemendag). Kemudian, Kementerian Kemenperin dan Kemenaker untuk data tenaga kerja. (hns/feb)










































