JK: RI Butuh Ekonomi Stabil Dibanding Pertumbuhan yang Cepat

JK: RI Butuh Ekonomi Stabil Dibanding Pertumbuhan yang Cepat

Maikel Jefriando - detikFinance
Jumat, 29 Apr 2016 11:20 WIB
JK: RI Butuh Ekonomi Stabil Dibanding Pertumbuhan yang Cepat
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK), sadar dalam kondisi sekarang ekonomi Indonesia lebih baik tumbuh secara perlahan dan menjaga stabilitas. Dibandingkan harus tumbuh cepat dan tinggi, namun tidak stabil.

Dari sisi global, perekonomian dunia masih belum sepenuhnya pulih. Negara maju seperti Amerika Serikat (AS), Eropa, Jepang, serta Tiongkok masih berupaya menggenjot perekonomian lewat berbagai kebijakan, yang tak jarang kebijakannya mempengaruhi stabilitas ekonomi dunia.

"Paling penting, Indonesia menginginkan stabilitas sehingga dapat tumbuh dalam batas yang baik," ungkap JK, saat membuka acara kongres The Financial Market Association di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (29/4/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 2015, ekonomi Indonesia mampu tumbuh 4,8%. Lebih tinggi dibandingkan negara berkembang lainnya, yang cenderung mengalami resesi. Menurut JK, realisasi tersebut cukup baik dan pada 2016, pertumbuhan ekonomi ditargetkan bisa mencapai 5,3%.

"Suatu angka yang positif, walaupun tidak besar. Tapi tumbuh dari 4,8% menjadi 5,3% diharapkan tahun ini. Itu suatu penyampaian yang baik pada situasi yang di mana dunia kesulitan," jelasnya.

Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk dioptimalkan. Baik dari sisi Sumber Daya Alam (SDA) dan Sumber Daya Manusia (SDM). Menurut JK, hal tersebut sangat lebih baik dibandingkan negara berkembang lainnya.

"Potensi yang besar untuk maju, karena modal yang cukup, seprti pasar yang besar 250 juta orang. SDA kuat, SDM baik, sehingga menjadi pasar dan area produksi yang baik," tegas JK. (mkl/wdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads