Ini Wajah Terminal 3 Ultimate Soekarno-Hatta yang Akan Layani Pemudik

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 29 Apr 2016 12:23 WIB
Foto: dok. AP II
Tangerang - Pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta tahap pertama sudah mencapai tahap akhir. Ditargetkan, terminal baru itu sudah bisa beroperasi untuk melayani masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran pada tahun ini.

"Diharapkan dengan beroperasinya terminal baru tersebut, masyarakat bisa menikmati mudik Lebaran tahun ini dengan lebih baik. PT Angkasa Pura II  akan terus meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan di Bandara Soekarno-Hatta untuk meningkatkan kinerjanya," kata President Director PT Angkasa Pura II (Persero) (AP II), Budi Karya Sumadi dalam siaran persnya, Jumat (29/4/2016).



Dikatakannya, saat ini progres pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta sudah mencapai sekitar 97% dengan pekerjaan yang tersisa hanya menyelesaikan interior dan commisioning atau ujicoba. Dana yang dialokasikan untuk pembangunan terminal baru ini mencapai Rp 7 triliun.



Menurut Budi, terminal baru ini dibangun dengan konsep kearifan lokal yang terdiri dari art, culture, dan culinary di mana ini akan menjadi competitive advantage dari Bandara Soekarno-Hatta. Terminal 3 Ultimate juga dilengkapi fasilitas terkini demi peningkatan pelayanan kepada penumpang pesawat, seperti, penanganan bagasi secara otomatis (baggage handling system), check in area berbentuk delapan pulau, area parkir dengan kapasitas 2.600 kendaraan, 2.600 sepeda motor, serta jembatan layang yang terhubung dengan kereta bandara.



AP II adalah perusahaan negara yang mengelola bandara-bandara di wilayah Indonesia bagian barat. Untuk menghadapi era kompetisi.  AP II melakukan berbagai pembenahan untuk meningkatkan daya saing  dan mengalahkan keunggulan Kuala Lumpur International Airport (KLIA) pada tahun 2019 serta Changi Airport pada 2021 mendatang.

"Pembangunan Terminal 3 Ultimate Bandara Soetta adalah salah satu strategi AP II untuk bisa berebut posisi bandara terbaik di ASEAN, sekaligus untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," ujar Budi Karya.



Begitu terminal baru tersebut beroperasi, maskapai Garuda Indonesia akan langsung memanfaatkannya untuk melayani seluruh rute penerbangannya, baik penerbangan domestik maupun internasional.

Terminal 3 Ultimate tahap 1 dirancang memiliki daya tampung sekitar 15 juta penumpang per tahun. Kapasitas tersebut akan bertambah menjadi 25 juta penumpang per tahun bila pembangunan Terminal 3 Ultimate tahap 2 selesai. Rencananya, pembangunan tahap 2 akan selesai pada Desember 2016 dan dapat beroperasi Maret 2017.



Budi Karya mengatakan, salah satu fasilitas terbaru di Terminal  3 Ultimate untuk meningkatkan layanan kepada penumpang adalah Baggage Handling System (BHS) atau sistem penanganan bagasi otomatis.

"BHS terletak di dekat pintu masuk terminal. Setibanya penumpang di dalam terminal, bisa langsung mengurus barangnya masuk ke bagasi. Penempatan layanan bagasi dikerjakan secara komputerisasi dengan menggunakan barcode yang ada di barang penumpang sehingga tidak lagi memerlukan tenaga porter," ujar Budi.



Terkait dengan harapan calon pengguna Bandara Soetta, Dimas Aska, seorang praktisi otomotif nasional  berharap fasilitas yang dimiliki Terminal 3 Ultimate  dapat memberi ekspektasi positif kepada calon penumpang .

Ke depan diharapkan tidak terjadi lagi delay dan tidak ada penumpukan penumpang menjelang hari-hari besar keagamaan.

"Ini masalah klasik. Semoga  dengan beroperasinya Terminal 3 Ultimate, masalah itu  tidak terjadi lagi," tambahnya.



Dimas juga berharap mengenai akses menuju bandara dan sebaliknya harus dicarikan jalan keluar yang menyeluruh.

"Salah satu hal yang sering terjadi adalah masalah kemacetan. Dengan  difungsikan Terminal 3 Ultimate, semoga masalah kemacetan dapat diurai dengan disediakannya  akses kereta api," sebutnya.



Hal senada juga diungkapan Airin Suhaesti, ibu rumah tangga sekaligus pengusaha yang sering melakukan perjalanan melalui Bandara Soekarno-Hatta.

"Sebagai ibu rumah tangga, saya berharap  manajemen AP II  memperhatikan ruang Ibu Menyusui dan toilet yang bersih. Jujur sebagai seorang perempuan, saya selalu melihat kebersihan toilet sebagai salah satu indikator layanan prima sebuah bandara," ujar Airin.

(feb/hns)