Harga Bawang Merah Tinggi, Pedagang Pasar: Rantai Pasokan Terlalu Panjang

Harga Bawang Merah Tinggi, Pedagang Pasar: Rantai Pasokan Terlalu Panjang

Michael Agustinus - detikFinance
Sabtu, 30 Apr 2016 15:06 WIB
Harga Bawang Merah Tinggi, Pedagang Pasar: Rantai Pasokan Terlalu Panjang
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar harga bawang merah yang saat ini berada di kisaran Rp 40.000/kg turun sampai di bawah Rp 25.000/kg disambut baik para pedagang pasar yang tergabung dalam Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI).

Tetapi tentu perlu upaya keras supaya hal itu bisa terealisasi. Ketua IKAPPI, Abdullah Mansuri, mengungkapkan bahwa perlu perbaikan dari sisi hulu untuk menurunkan harga bawang merah.

Panjangnya rantai pasokan bawang merah dari petani sampai ke pasar disebut sebagai penyebab utama mahalnya bawang merah di tingkat konsumen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harus diperbaiki dari di hulunya. Jangan pedagang pasar disudutkan, kita hanya di ujung saja. Rantai pasokan dari petani sampai ke pasar harus dipotong, itu panjang sekali," kata Mansuri kepada detikFinance di Jakarta, Sabtu (30/4/2016).

Dia menjelaskan, bawang merah harus melewati 5 mata rantai sebelum sampai ke pedagang pasar. Yaitu dari petani, lalu ke pengepul di daerah, ke pedagang besar, pedagang pasar induk, baru ke pedagang pasar kecil.

"Jadi ada 5, ini yang membuat jadi mahal," ujarnya.

Panjangnya rantai ini terjadi karena petani bawang merah tergantung pada pengepul. Petani tak punya modal untuk menanam, mau tak mau harus meminjam dari pengepul.

"Ada sistem ijon, petani ketergantungan pada pengepul," Mansuri menjelaskan.

Untuk memangkas rantai distribusi ini, pemerintah harus turun tangan membantu petani dari sisi permodalan dan akses pasar supaya tak bergantung pada pengepul.

"Ini proses yang cukup panjang, Kementan (Kementerian Pertanian) harus turun tangan ngasih pupuk, benih, dan sebagainya ke petani," tutupnya. (ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads