Menteri Hanif Ingin Hari Buruh Tak Lagi Diperingati dengan Demonstrasi

Menteri Hanif Ingin Hari Buruh Tak Lagi Diperingati dengan Demonstrasi

Maikel Jefriando - detikFinance
Minggu, 01 Mei 2016 10:04 WIB
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Tanggal 1 Mei atau Mayday selalu identik dengan demonstrasi, kemacetan atau aksi sweeping oleh para buruh. Tahun ini, pemerintah inginkan peringatan hari buruh menjadi santai, yaitu Mayday is a holiday.

"Kita minta publik tidak khawatir terhadap Mayday. Mudah-mudahan segalanya berjalan lancar dan kondusif. Serikat Pekerja juga berkepentingan untuk menjaga agar kondusif," ungkap Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/5/2016).

"Di kalangan pekerja bisa dipahami kalau Mayday diisi dengan berbagai kegiatan positif, kegembiraan dan berbagai kegiatan yang menguatkan kebersamaan sebagai anak bangsa," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Hanif, esensi dari Mayday sebagai hari besar para Buruh/Pekerja tidak akan berkurang bila diisi dengan berbagai kegiatan positif. Perjuangan buruh adalah sesuatu yang mulia dan semestinya dilakukan juga dengan cara-cara yang baik. Namun lebih baik tidak mengganggu kepentingan publik.

"Bahasa Islamnya amal ma'ruf nahi munkar. Jadi, menyerukan kebaikan atau kebajikan dengan cara yang bajik dan baik juga. Tujuan yang baik, harus dicapai dengan cara yang baik," tegasnya.

Hanif juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mengisi Mayday dengan kegembiraan.

"Kirimkan video Mayday is a holiday secara sukarela. Agar kita penuhi Mayday dengan kegembiraan," terang Hanif. (mkl/drk)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads