Investasi Jabar Teratas, Serap 55.000 Tenaga Kerja

Investasi Jabar Teratas, Serap 55.000 Tenaga Kerja

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Minggu, 01 Mei 2016 15:12 WIB
Investasi Jabar Teratas, Serap 55.000 Tenaga Kerja
Foto: rengga sancaya
Jakarta - Provinsi Jawa Barat menempati peringkat teratas lokasi realisasi investasi triwulan pertama 2016 berdasarkan nilai investasi maupun penyerapan tenaga kerja. Dari data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi Jawa Barat mencatatkan, realisasi investasi sebesar Rp 28,6 triliun dan menyerap 55.382 tenaga kerja. Realisasi investasi Jawa Barat ini mengungguli provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa.

Kepala BKPM Franky Sibarani menyampaikan, penyerapan tenaga kerja akibat realisasi investasi yang dalam masa konstruksi di Provinsi Jawa Barat itu merupakan kontribusi dari investasi baik asing maupun dalam negeri.

"Untuk penyerapan tenaga kerja PMA Jawa Barat menempati posisi teratas dengan jumlah tenaga kerja yang diserap 42.460 tenaga kerja, sedangkan untuk PMDN Jawa Barat penyerapannya sebesar 12.922 tenaga kerja di bawah Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat dan Sumatera Selatan," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Minggu (1/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Franky, porsi Penanaman Modal Asing (PMA) yang mendominasi berdampak signifikan terhadap peringkat Jawa Barat sebagai tujuan utama investasi di Indonesia.

"Kontribusi PMA di Jawa Barat mencapai Rp 22,52 triliun, sedangkan sisanya Rp 6,08 triliun merupakan kontribusi dari Penanaman Modal Dalam Negeri," paparnya.

Lebih lanjut Franky menyampaikan, dari sisi jumlah proyek, Provinsi Jawa Barat menduduki peringkat kedua dengan total 960 proyek di bawah DKI Jakarta dengan total proyek 1.239 proyek.

"Jakarta memiliki jumlah proyek investasi terbesar diikuti oleh Jawa Barat dan Banten. Jumlah proyek ini penting untuk menunjukkan secara kuantitatif proyek investasi yang direalisasikan di suatu daerah," lanjutnya.

Sementara dari sisi nilai Penanaman Modal Dalam Negeri, Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat teratas dengan nilai investasi Rp 13 triliun. Posisi Jawa Timur diikuti oleh Provinsi Kalimantan Tengah dengan nilai investasi sebesar Rp 6,3 triliun.

"Baru setelah dua provinsi tersebut, Provinsi Jawa Barat menempati posisi ketiga," imbuh Franky.

Angka realisasi investasi triwulan pertama (periode Januari-Maret) tahun 2016 tercatat sebesar Rp 146,5 triliun meningkat 17,6% dari periode sebelumnya sebesar Rp 124,6 triliun.

Pencapaian realisasi investasi tersebut telah memecahkan rekor tertinggi realisasi investasi di Indonesia, terdiri dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 50,4 triliun, naik 18,6% dari Rp 42,5 triliun pada periode yang sama tahun 2015, dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 96,1 triliun, naik 17,1% dari Rp 82,1 triliun pada periode yang sama tahun 2015.

Realisasi penyerapan tenaga kerja Indonesia pada triwulan I-2016 mencapai 327.170 orang yang terdiri dari proyek PMDN sebanyak 136.560 orang dan dari proyek PMA sebanyak 190.610 orang.

Bila dibandingkan dengan penyerapan tenaga kerja pada periode yang sama tahun lalu sebesar 315.229 orang, capaian triwulan pertama tahun 2016 menunjukkan peningkatan 3,08%.

Proporsi penyerapan tenaga kerja dari luar Jawa tercatat sebesar 146.320 orang naik 17,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, sedangkan penyerapan tenaga kerja di pulau Jawa berkontribusi sebesar 180.850 orang turun sebesar 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (drk/drk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads