"Hingga saat ini sudah terbangun 100 km. Itu terbaru sampai saat ini," ujar Direktur Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, Hermanto Diwatmoko di Kampus Universitas Mercu Buana, Jakarta Barat, Senin (2/5/2016).
Jalur kereta baru tersebut, kata Hermanto, seluruhnya berada di luar Jawa. Hal ini sejalan dengan semangat Pemerintahan Kabinet kerja yang menghendaki pembangunan merata di seluruh Indonesia, tidak lagi Jawa sentris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam rancangan pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, Pemerintah menargetkan pembangunan infrastruktur rel kereta sepanjang 3.200 km di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.
Sebagai wujud nyata pelaksanaan program tersebut, Pemerintah mengalokasikan dana yang tidak sedikit setiap tahunnya. Tahun 2016, Direktorat Jenderal Perkeretaapian mendapat alokasi anggaran Rp 13 triliun.
"Itu untuk semua kegiatan dari persiapan sampai konstruksi. Rp 13 triliun 2016 saja. Tahun 2015 kita alokasikan Rp 18 triliun. Diharapkan semua tuntas 2019," pungkas dia. (dna/feb)











































