Kapasitas tersebut sama dengan proyek pelabuhan Cilamaya, Karawang yang akhirnya batal dibangun beberapa waktu lalu.
"Kapasitasnya itu diusulkan sekitar 7,5 juta TEUs plus 250.000 mobil. Jadi ini adalah terminal kendaraan," ungkap Menteri Perhubungan Ignasius Jonan usai rapat kabinet terbatas di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rencananya, pelabuhan akan mulai dibangun pada 2017. Dalam dua tahun, ditargetkan pelabuhan tahap 1 selesai dan beroperasi, yaitu dengan kapasitas 1,5 juta TEUs.
"Rencana pembangunan bisa dimulai 2017, dan 2019 bisa mulai pengoperasian tahap satu. Dan kapasitasnya sekitar 250.000 kendaraan. Karena terminal mobil ini penting, dan juga sekitar 1,5 juta teus untuk tahap pertama," terang Jonan
Sementara untuk proyek dapat selesai secara keseluruhan, Jonan belum dapat memperkirakan. Sebab itu juga bergantung terhadap pembiayaan.
"Iya keseluruhan sampai 7,5 juta teus, nggak tahu sampai kapan," papar mantan Direktur PT Kereta Api Indonesia (KAI) tersebut. (mkl/hns)











































