Harga Ikan Turun, Rizal Ramli: Genjot Ekspor dan Konsumsi

Harga Ikan Turun, Rizal Ramli: Genjot Ekspor dan Konsumsi

Dina Rayanti - detikFinance
Selasa, 03 Mei 2016 14:42 WIB
Harga Ikan Turun, Rizal Ramli: Genjot Ekspor dan Konsumsi
Foto: Greenpeace mengaku memiliki bukti 16 kasus penangkapan ikan secara ilegal oleh Taiwan dalam tiga bulan terakhir di satu pelabuhan saja. (Credit: ABC licensed)
Jakarta - Ketegasan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam memberantas illegal fishing telah menuai banyak dampak positif untuk rakyat Indonesia. Namun hal itu berdampak pada turunnya harga ikan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Rizal Ramli, punya usul supaya harga ikan kembali naik. Ada dua cara yang paling sederhana.

"Solusinya pertama kami minta ibu Susi, sudah kampanye sih. Tapi kami minta tingkatkan kampanye supaya orang Indonesia lebih banyak makan ikan, karena protein banyak nggak ada risiko kanker, kedua bagaimana ekspor ikan legal bisa ditingkatkan, kalau ilegal kita nggak tolerir," kata Rizal usai menggelar rapat koordinasi di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (3/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemerintah juga sudah berencana membuka pelabuhan baru untuk memfasilitasi ekspor ikan.  Dengan pelabuhan baru tersebut diharapkan dapat mendongkrak harga ikan yang selama ini turun karena kelebihan pasokan.

Untuk memuluskan rencana itu, Rizal baru saja mengumpulkan para menteri terkait yaitu Susi dan Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan. Mereka menggelar rapat dari pukul 11.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

"Kita akan rapat satu lagi, plus Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia supaya disiapkan CIK (Customs Office, Imigration, dan Karantina). Tujuannya untuk meningkatkan ekspor ikan Indonesia, supaya harga naik, nelayan tertolong. Karena selama ini nelayan mengeluh, karena harganya turun," ungkap Rizal.

Pelabuhan baru ini juga dapat difungsikan untuk mengontrol harga kebutuhan pokok di berbagai wilayah, khususnya di Indonesia Timur karena keterbatasan akses.

"Itu akan membantu kalau kita buka di Indonesia Timur maka harga barang-barang terutama kebutuhan pokok, kebutuhan dasar harganya akan turun," tuturnya. (ang/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads