"Targetnya sih 1.000 pasar. Sementara ini yang sudah teridentifikasi dan terprogram 880 pasar sehingga mesti cari lagi 120 pasar," katanya saat meninjau proyek revitalisasi Pasar Manis Purwokerto Tahap I, di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (3/5/2016).
Pasar rakyat yang mulai direvitalisasi pada tahun 2015 nantinya diharapkan tidak hanya sekadar titiknya saja tetapi juga dapat membenahi tata cara kelola dan mengubah pola pikir pedagang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Revitalisasi pasar rakyat dimulai sejak tahun 2015 sebanyak 1.002 pasar dengan anggaran sekitar Rp 1,4 triliun, sedangkan anggaran yang disediakan untuk revitalisasi pada tahun 2016 sekitar Rp 1,7 triliun dengan jumlah pasar rakyat yang telah teridentifikasi dan terprogram sebanyak 880 pasar.
Sementara Pasar Manis Purwokerto yang masuk salah satu program revitalisasi 1.000 Pasar Rakyat tersebut, dengan hasil revitalisasi yang sangat memuaskan.
"Saya kira Pasar Manis ini salah satu yang lebih bagus, khususnya dari desain, 'layout', dan budaya pedagang. Tadi saya dilapori tim pengelola bahwa di sini rukun sekali, pengambilan keputusan melalui musyawarah sehingga menunjukkan bahwa budaya pedagang sangat bijaksana," ujarnya.
Dia mengusulkan agar dilakukan sayembara membuat layang-layang bagi anak-anak sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas yang hasilnya digantung di bagian atas Pasar Manis.
Revitaslisasi Pasar Manis Purwokerto ini baru tahap I dari dua tahap yang direncanakan, sehingga masih banyak pedagang yang belum tertampung. Rencananya, proyek revitalisasi Pasar Manis Tahap II dapat selesai pada tahun 2017 sehingga nantinya seluruh pedagang dapat tertampung.
"Ini baru tahap I dari dua tahap, jadi memang masih banyak pedagang yang belum tertampung, masih berada di pinggiran-pinggiran tapi sudah mulai proses untuk tahap II," ujarnya.
Pembangunan Pasar Manis, Purwokerto yang ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Presiden Jokowi saat meluncurkan Program Revitalisasi 1.000 Pasar Rakyat pada tanggal 30 Juni 2015, rencananya akan kembali diresmikan Presiden Jokowi pada Rabu (4/5/2016) besok. (arb/drk)











































