Ini Tips Mudik Lebaran dari Bos Jasa Marga

Ini Tips Mudik Lebaran dari Bos Jasa Marga

Dana Aditiasari - detikFinance
Selasa, 03 Mei 2016 20:40 WIB
Ini Tips Mudik Lebaran dari Bos Jasa Marga
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Kemacetan selalu jadi pemandangan saat musim mudik lebaran. Salah satu pemicunya lantaran penumpukan kendaraan dalam jumlah besar di satu waktu yang sama.

Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero), Adityawarman, punya tips jitu agar terhindar dari macet kala mudik lebaran. Pria yang biasa disapa Adit ini mengatakan, pemudik bisa menghindari jam-jam yang rawan terjadi penumpukan kendaraan.

"Kalau lebaran, rata-rata orang memilih pulang malam. Mereka biasanya sudah sembahyang magrib berangkat, sehingga numpuk," kata kata dia di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (3/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jam lain yang juga rawan terjadi penumpukan adalah sekitar pukul 3 hingga pukul 5 pagi. "Karena banyak yang pilih berangkat jam 2 pagi, kemudian mereka dapat makan (sahur) dan lanjut perjalanan," sambung dia.

Ia menyarankan, agar pemudik bisa memilih jam 9 pagi untuk memulai perjalanannya. Jam ini umumnya yang paling sering dihindari pemudik. Pola ini, kata dia dapat membantu pemerataan distribusi kendaraan di jalan tol sehingga kemacetan bisa dihindari.

"Kalau 24 jam rata orang pulang, tol itu tidak pernah macet. Kalau mereka pulang jam 8 atau 9 pagi, jadi rata penyebarannya. Saya jamin tidak ada macet jalan tol," tegas Adit.

Ia mengatakan, menurut pengalaman dari tahun ke tahun, tiap kali musim mudik lebaran terjadi kenaikan jumlah kendaraan sekitar 5-6%. Untuk itu, bila tida disikapi dengan serius maka kemacetan akan kembali terjadi dan membuat perjalanan mudik tidak nyaman.

"Mudah-mudahan berubah prilaku mudiknya dan nggak numpuk malam lagi. Kami bilang sama ibu (Menteri BUMN Rini Soemarno) bersyukur bisa dapat waktu yang baik sebab lebaran di hari rabu. namun, bahaya arus baliknya sebab numpuk di sabtu-minggu karena terlalu lama liburnya. arus balik kita kerja keras. Perkiraan 20.000 kendaraan per hari," pungkas dia. (dna/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads