Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Suryamin mengatakan, pertumbuhan ekonomi kuartal I memang selalu lebih rendah dibandingkan kuartal II, III, atau IV. Alasannya adalah siklus penggunaan anggaran yang selalu menumpuk di akhir tahun.
"Bila melihat posisi kuartal satu memang selalu lebih rendah dibandingkan dengan kuartal dua, tiga, dan empat. Kejadian hampir selalu secara siklus, karena kegiatan ekonomi di kuartal satu, apalagi yang didukung APBN baru mulai," jelas Suryamin dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta, Rabu (4/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suryamin melanjutkan, bila dibandingkan kuartal I-2015, pertumbuhan ekonomi di kuartal I-2016 menguat. Karena di kuartal I-2015 pertumbuhan ekonomi adalah 4,73%. Namun, pertumbuhan ekonomi kuartal I-2016 ini lebih lambat dari kuartal I-2014 lalu yang besarannya 5,14%.
Pada kesempatan itu, Suryamin memberikan catatan soal kondisi ekonomi di kuartal I-2016 sebagai berikut:
- Harga berbagai komoditas di pasar tradisional masih rendah
- Perekonomian global masih lemah dengan pertumbuhan ekonomi China turun dari 6,8% menjadi 6,7%. Pertumbuhan ekonomi AS tumbuh 2%, Singapura stagnan 1,8%
- Situasi dalam negeri inflasi rendah, rupiah menguat 3,76% pada kuartal I-2016 dibanding kuartal IV-2015
- Realisasi belanja meningkat 6,16%











































