Ongkos angkut untuk produk pangan menjadi pemicunya. Meski harga pangan di daerah produksi relatif murah atau terjangkau, harga pangan bisa melonjak tinggi bila barang dijual di luar daerah penghasil atau menyeberang pulau.
"Jangan lupa, Indonesia negara kepulauan. Nyeberang pulau itu cost-nya tinggi. Nah ini yang mendikte harga tinggi at the end harga di konsumen," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Gardjita Budi di Auditorium CSIS, Gedung Pakarti Centre, Jakarta, Rabu (4/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misal transportasi, cost-nya bagaimana supaya efisien. Di Sapi jelas NTT sumbernya. Makanya diinisiasi, kapal ternak meskipun banyak kekurangannya itu adalah untuk menurunkan gap transport cost sehingga antara di tingkat onfarm dengan di tingkat konsumen itu gap-nya tidak jauh," paparnya. (feb/hns)











































