RI Negara Kepulauan, Harga Pangan Bisa Mahal di Pulau Seberang

RI Negara Kepulauan, Harga Pangan Bisa Mahal di Pulau Seberang

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rabu, 04 Mei 2016 14:13 WIB
RI Negara Kepulauan, Harga Pangan Bisa Mahal di Pulau Seberang
Foto: Eduardo Simorangkir
Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan) mengakui bahwa harga pangan di Indonesia masih tinggi. Kondisi ini bukan tanpa sebab.

Ongkos angkut untuk produk pangan menjadi pemicunya. Meski harga pangan di daerah produksi relatif murah atau terjangkau, harga pangan bisa melonjak tinggi bila barang dijual di luar daerah penghasil atau menyeberang pulau.

"Jangan lupa, Indonesia negara kepulauan. Nyeberang pulau itu cost-nya tinggi. Nah ini yang mendikte harga tinggi at the end harga di konsumen," kata Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan, Gardjita Budi di Auditorium CSIS, Gedung Pakarti Centre, Jakarta, Rabu (4/5/2016).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengakui solusinya ialah penyediaan angkutan transportasi berjadwal dan bersubsidi. Petinggi Kementan ini menilai program kapal ternak yang diluncurkan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Kementan sebagai solusi menekan ongkos angkut sehingga harga daging di tingkat produsen dan konsumen tidak jauh berbeda.

"Misal transportasi, cost-nya bagaimana supaya efisien. Di Sapi jelas NTT sumbernya. Makanya diinisiasi, kapal ternak meskipun banyak kekurangannya itu adalah untuk menurunkan gap transport cost sehingga antara di tingkat onfarm dengan di tingkat konsumen itu gap-nya tidak jauh," paparnya. (feb/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads