Hal ini yang akhirnya tidak memberikan konstribusi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi. Pada kuartal I-2016, pertumbuhan ekonomi tidak sampai 5%, atau sebsesar 4,92%.
"Saya kira memang APBN juga realisasi tadinya sudah mulai terlihat cepat di awal, kemudian nggak belanjut. Khususnya belanja barang dan modal," ungkap Darmin, di kantornya, Jakarta, Rabu (4/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Faktanya begitu. Kenapanya harus dicek lagi, kira-kira seperti itu. alaupun sebenarnya investasi data BKPM itu juga lumayan," imbuhnya.
Darmin mengatakan, pada kuartal II-2016, dirinya berharap pertumbuhan ekonomi menjadi lebih baik, terutama pada realisasi APBN. "Belanja barang kuartal II harusnya lebih baik," terangnya.
Seperti diketahui pada awal Januari 2016, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyaksikan realisasi tender proyek pada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kemudian berlanjut di Kementerian ESDM dan Kementerian Perhubungan. Proyek yang dimulai lebih cepat diharapkan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I-2016. (mkl/wdl)











































