Seperti apa penampakannya?
![]() Dirut AP 2 Mengecek Proyek Terminal 3 Ultimate (Michael/Detik) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() Jalan Layang di Depan Terminal 3 Ultimate (Michael/Detik) |
Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) (AP II), Budi Karya Sumadi, mengungkapkan bahwa warna abu-abu dipilih karena netral, sedap dipandang mata, serta bisa dikombinasikan dengan berbagai warna, dan tentunya mudah dibersihkan.
"Abu-abu warna netral. Perawatannya juga mudah. Untuk pemandangan relatif bisa ditolerir, bisa dikombinasi dengan berbagai warna. Untuk bangunan juga favorit," papar Budi kepada detikFinance di Terminal 3 Ultimate Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (5/5/2016).
![]() Finishing area penurunan penumpang (Michael/Detik) |
Ruang tunggu di dalamnya tidak tertutup oleh dinding, melainkan oleh kaca berwarna biru sehingga sinar matahari bisa masuk ketika siang hari.
Meski bergaya modern, Terminal 3 Ultimate tidak akan melupakan kearifan lokal Indonesia. Berbagai aksesoris, hiasan, patung dari berbagai daerah di Indonesia bakal menghiasi ruangan di Terminal 3 Ultimate.
![]() Area dalam Terminal 3 Ultimate (Michael/Detik) |
Lagu-lagu dan tari-tarian daerah juga akan dipertunjukkan kepada para pengunjung bandara yang berasal dari berbagai negara. Dengan begitu, budaya Indonesia menjadi lebih dikenal oleh dunia luar. Seperti diketahui, Terminal 3 Ultimate saat beroperasi di Juni 2016 akan fokus melayani penerbangan internasional. Khusus layanan penerbangan domestik, hanya maskapai Garuda Indonesia yang beroperasi di Terminal 3 Ultimate.
![]() Pekerja mempersiapkan operasional Terminal 3 Ultimate (Michael/Detik) |
"Bangunannya modern, tapi pada dasarnya cerminan dari Indonesia. Kita memanfaatkan potensi kearifan lokal, itu competitiveness kita," tandas Budi. (feb/feb)
















































