Menurut Direktur Utama KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan, mereka ingin mengedukasi masyarakat tentang keunggulan kereta cepat dibandingkan dengan kereta reguler dan moda lain.
![]() Dirut PT KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan (Bisma/Detik) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
![]() Maket kereta cepat rute Jakarta-Bandung (Bisma/Detik) |
Dalam satu rangkaian kereta cepat akan terdiri dari 8 gerbong yang terbagi 3 kelas yaitu first class, second class dan ekonomi. First class dengan tempat duduk 1-1, second class dengan tempat duduk 2-2 dan ekonomi dengan tempat duduk 2-3. Satu gerbong sendiri bisa mengangkut 50-60 orang sehingga dalam 1 rangkaian kereta mampu mengangkut 500 orang penumpang.
![]() Contoh rel kereta cepat (Bisma/Detik) |
Selain itu, nantinya kereta api cepat juga langsung terintegrasi dengan Light Rail Transit (LRT) yang sedang dibangun di Jakarta dan akan dibangun di Bandung.
Untuk kecepatan maksimal, kereta cepat bisa melaju hingga 320 km per jam dan berhenti di 4 stasiun yaitu Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar dengan waktu transit maksimal hanya 3 menit di setiap stasiun.
![]() Kereta cepat ini dikerjakan oleh BUMN China dan Indonesia (Bisma/Detik) |
"Pemilihan stasiun yang disinggahi berdasarkan hasil survey potensi. Karawang karena potensi kawasan industri sehingga mempercepat bila harus ke Jakarta dan Bandung untuk mengurus perizinan. Walini sendiri sudah ada rencana pembangunan kota baru, pusat riset dan rekreasi. Sudah ada rencana pembangunan tersebut dari PT Kereta Cepat Indonesia China bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Provinsi Jawa Barat," lanjut Hanggoro.
"Untuk harga tiket mulai dari Rp 200.000 dan semoga di awal tahun 2019 sudah bisa beroperasi," tutupnya.
![]() Jalur kereta cepat Jakarta-Bandung (Bisma/Detik) |
















































