Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Dipamerkan di Kemayoran

Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Dipamerkan di Kemayoran

Bisma Alief - detikFinance
Kamis, 05 Mei 2016 17:00 WIB
Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Dipamerkan di Kemayoran
Foto: Bisma Alief
Jakarta - PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai perusahaan yang menjalankan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ikut memamerkan proyeknya di acara 12th Indonesia Investment Week 2016 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat. Kehadiran perusahaan tersebut adalah sebagai bagian dari edukasi sekaligus promosi kereta cepat yang akan beroperasi pada 2019 mendatang.

Menurut Direktur Utama KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan, mereka ingin mengedukasi masyarakat tentang keunggulan kereta cepat dibandingkan dengan kereta reguler dan moda lain.


Dirut PT KCIC, Hanggoro Budi Wiryawan (Bisma/Detik)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keunggulan secara teknis yang pertama adalah waktu tempuh yang hanya 45 menit dan bebas macet. Kalau naik mobil dan travel waktu tempuh bisa 2 jam. Begitu juga dengan kereta yang ada sekarang. Dari kapasitas angkut, kereta cepat dalam 1 rangkaian bisa mengangkut 500 penumpang dalam sekali perjalanan. Bahkan bila sangat ramai bisa menarik 2 rangkaian sekaligus sehingga bisa mengangkut 1.000 penumpang," kata Hanggoro di Jakarta International Expo, Kemayoran, Kamis (5/5/2016).


Maket kereta cepat rute Jakarta-Bandung (Bisma/Detik)


Dalam satu rangkaian kereta cepat akan terdiri dari 8 gerbong yang terbagi 3 kelas yaitu first class, second class dan ekonomi. First class dengan tempat duduk 1-1, second class dengan tempat duduk 2-2 dan ekonomi dengan tempat duduk 2-3. Satu gerbong sendiri bisa mengangkut 50-60 orang sehingga dalam 1 rangkaian kereta mampu mengangkut 500 orang penumpang.


Contoh rel kereta cepat (Bisma/Detik)


Selain itu, nantinya kereta api cepat juga langsung terintegrasi dengan Light Rail Transit (LRT) yang sedang dibangun di Jakarta dan akan dibangun di Bandung.

Untuk kecepatan maksimal, kereta cepat bisa melaju hingga 320 km per jam dan berhenti di 4 stasiun yaitu Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar dengan waktu transit maksimal hanya 3 menit di setiap stasiun.


Kereta cepat ini dikerjakan oleh BUMN China dan Indonesia (Bisma/Detik)


"Pemilihan stasiun yang disinggahi berdasarkan hasil survey potensi. Karawang karena potensi kawasan industri sehingga mempercepat bila harus ke Jakarta dan Bandung untuk mengurus perizinan. Walini sendiri sudah ada rencana pembangunan kota baru, pusat riset dan rekreasi. Sudah ada rencana pembangunan tersebut dari PT Kereta Cepat Indonesia China bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan Provinsi Jawa Barat," lanjut Hanggoro.

"Untuk harga tiket mulai dari Rp 200.000 dan semoga di awal tahun 2019 sudah bisa beroperasi," tutupnya.


Jalur kereta cepat Jakarta-Bandung (Bisma/Detik)
(feb/feb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads