Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Hanggoro Budi Wiryawan menjelaskan, awal jalur proyek ini akan dibangun di pinggir tol kawasan Halim Perdanakusuma.
"Kami membangun sepanjang jalan tol ini dari Halim sampai dengan Km 39 (Tol Jakarta-Cikampek), kemudian dari Km 39 kita memotong ke Km 85 di daerah Purwakarta, setelah itu baru sepanjang tol lagi (Tol Cipularang)," jelas Hanggoro, saat ditemui di acara 12th Indonesia Investment Week 2016 yang diadakan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (6/5/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal pembebasan lahan, Hanggoro meminta agar ada kepastian hukum, sehingga proyek bisa berjalan dengan cepat.
Selain pembebasan lahan, kendala yang dihadapi adalah masalah revisi tata ruang. Pihak KCIC menunggu proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini bisa masuk ke dalam rencana tata ruang nasional, provinsi, dan kabupaten/kota.
"Saat ini kami masih menunggu penyelesaian rancangan peraturan pemerintah untuk revisi tata ruang nasional, yang menurut pantauan kami saat ini sedang dalam proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM, yang mudah-mudahan ini juga bisa diselesaikan cepat, karena itu akan menjadi acuan bagi provinsi dan kabupaten/kota," papar Hanggoro.
Soal nama kereta cepat ini, Hanggoro mengatakan, sudah ada 20 nama yang disaring dari hasil kompetisi yang diadakan lewat media sosial Twitter dan Facebook.
"Yang terbaik nanti dipilih. Hasilnya nanti akan diumumkan akhir Mei ini," katanya. (wdl/wdl)











































