Follow detikFinance
Sabtu, 07 Mei 2016 20:46 WIB

Ini Pesan CT dan Risma ke Pelaku UKM Dalam Menghadapi MEA

Rois Jajeli - detikFinance
Foto: Rois Jajeli Foto: Rois Jajeli
Surabaya - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan pengusaha nasional, Chairul Tanjung, mengajak para pelaku UKM siap menghadapi pasar Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Penjajahan masa kini adalah melalui faktor ekonomi. Kota ini milik warga Surabaya, jangan sampai kita terusir dari kotanya sendiri," kata Tri Rismaharini di sela acara peresmian kegiatan Pahlawan Ekonomi 2016 di Kaza City, Surabaya, Sabtu (7/5/2016).

"Sekarang ini memasuki masa masyarakat ekonomi Asean (MEA). Tidak ada yang tidak mungkin. Semua mungkin kalau mau (berusaha)," tambahnya.

Wali Kota perempuan pertama di Surabaya ini menceritakan, bagaimana kesuksesan UKM Dede Satoe dengan hasil produk sambal kemasan, yang sekarang ini bisa ditemui di gerai-gerai supermarket berskala bessar. Bahkan, produk sambal ini 'diekspor' ke Ambon.

Risma berharap, giat Pahlawan Ekonomi ini dapat memberi contoh bagi generasi muda. Serta mengajak masyarakat agar tidak gampang menyerah dan bisa menjadi Pahlawan Ekonomi minimal di kotanya sendiri. "Harus semangat, jangan gampang menyerah," tuturnya.

Di acara yang dihadiri perwakilan dari otoritas jasa keuangan (OJK), Pelindo III, Perusahaan Gas Negara, Bank Mega Cabang Surabaya, Risma memanggil pelaku UKM dari kawasan eks lokalisasi Dolly ke atas panggung. Mereka pelaku UKM yang memproduksi lahan makanan berupa kripik samiler dengan merek Samijali (samiler jarak Dolly).

"Ini artinya ibu-ibu yang berasal dari kawasan eks lokalisasi juga memiliki kesempatan sama untuk sukses," terangnya.

Risma berpesan kepada masyarakat untuk tidak malu dan takut memulai usaha, dan tidak lupa mengurus izin-izin seperti izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) bagi usaha yang bergerak di bidang kuliner. Pemerintah Kota Surabaya juga siap jemput bola dan mendampingi pelaku usaha (UKM).

"Jangan lupa ibu-ibu mengurus izin pangan industri rumah tangga. Jika usaha ibu-ibu belum memiliki izin, Dinas Perdagangan dan Perindustrian akan membantu pengurusan izin," jelasnya.

Sedangkan Bos CT Corp, Chairul Tanjung, yang sudah datang keempat kalinya di kegiatan Pahlawan Ekonomi di kota Surabaya berpesan kepada pelaku usaha untuk bermental pejuang dan terus belajar.

"Era sekarang dengan kemauan saja kurang. Masyarakat harus membekali diri dengan pengetahuan yang cukup," tuturnya.

Pengusaha yang akrab disapa CT ini merasa terharu cerita perjalanan Suparti, mantan TKW Malaysia yang mengembangkan usaha kacang Tree G. Kacang goreng yang awalnya dijual di warung-warung kopi, sekarang menjadi olahan makanan yang menarik minat beli konsumen dan keuntungannya meningkat.

"Oleh karena itu, ilmu berperan penting dalam marketing produk," tandasnya.

Sementara itu, Choirul Mahpuduah, pelaku usaha UKM Pawon Kue yang mengolah khas almond chrispy, menceritakan kisahnya dari ketua serikat buruh menjadi usahawan.

"Awalnya saya pernah menjadi ketua serikat buruh, kemudian mendapat pemutusan hubungan kerja (PHK). Setelah mendapat pelatihan melalui Pahlawan Ekonomi, alhamdulillah sekarang omset penjualan saya hampir Rp 20 juta per hari," tandasnya. (roi/hns)
ukm
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed