Jumlah itu meliputi, transaksi di sektor energi yang mencapai Rp 5 triliun, sektor peternakan Rp 550 miliar, sektor perkebunan Rp 26 miliar, dan sektor infrastruktur pariwisata Rp 3,5 miliar.
Pameran APKASI International Trade Investment Summit (AITIS) ini menampilkan produk dari kabupaten-kabupaten anggota APKASI dan industri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
APKASI ke depan, katanya, akan membuat aplikasi daerah untuk promo data dan potensi daerah.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menutup pameran mengharapkan, APKASI bisa menyelenggarakan kegiatan ini tiap tahun.
"Sangat baik dilakukan tiap tahun. Kita baru sadar telah masuk ke era kompetisi. Harus ada kerja sama yang kuat antara pusat dan daerah dalam mengolah potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia," katanya.
Menurut Jokowi, pemerintahannya baru fokus pada kerja untuk deregulasi aturan dan pembangunan infrastruktur.
"Sekarang ada 42 ribu aturan yang dibuat namun keputusan masih lambat. Ini bisa diantisipasi kalau ada deregulasi aturan itu. Kita hanya butuh 3.000 aturan saja dan harus dihapus yang lain untuk percepat pengambilan keputusan. Kita butuh kualitas Perda, bukan kuantitasnya," tegasnya.
Ketua Panitia AITIS yang juga Bupati Bantaeng, Prof Nurdin Abdullah berjanji, pameran tahun depan akan lebih meriah lagi dengan jumlah transaksi yang lebih banyak lagi.
"Tahun depan kita lebih fokus dan konsentrasi pada produk unggulan masing-masing kabupaten," jelasnya. (drk/drk)











































