"Sebenarnya kita berprinsip, kita berkeinginan semua diuntungkan, petani jangan diinjak, pedagang harus tunduk sehingga masyarakat jadi sejahtera. Yang sekarang terjadi petani di tengah, pedagang untungnya ekstrim dan masyarakat dikenakan harga tinggi. Jadi kita ingin menguntungkan semua kalangan," terang Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Gardjita Budi saat acara Pasar Murah di Area Car Free Day, Thamrin, Jakarta, Minggu (8/5/2016).
Kementerian Pertanian dan TTI akan meningkatkan gelaran pasar murah menjelang puasa (Ramadhan) dan setelah lebaran. Hal ini dilakukan guna menekan gejolak harga pasar yang umumnya terjadi di waktu-waktu tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksanaan pasar murah disebar di beberapa titik lokasi keramaian untuk menjangkau pembeli. Saat ini, gelaran pasar murah sudah dilakukan di beberapa kota besar di Indonesia.
"CFD (Car Free Day) mobile ada keramaian apa kita meluncur. Hingga saat ini, konsentrasi di DKI Jakarta, terus Jabotabek, nanti hal yang sama insya Allah. Hal yang sama seperti di Bandung, Bogor, dan Bekasi. Di sentra yang banyak masyarakat juga seperti rumah susun," jelas Gardjita.
Dari 300 Toko Tani Indonesia yang ada, lebih dari setengahnya tersebar di kawasan Jabodetabek.
"Jakarta, Semarang dan sekitarnya, Surabaya, dan hampir seluruh Indonesia wilayah kabupaten. Jabotabek kita planning 170 sekian insya Allah lebih," ungkap Gardjita. (drk/drk)











































