"Lebih dari cukup. Sekarang stok dua kali lipat stok beras dibandingkan tahun lalu. Sekarang 2 juta lebih per hari," jelas Amran di Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (8/5/2016).
Amran menyebutkan, saat ini pengolahan gabah sudah mencapai angka 2 juta ton. Dengan adanya pengolahan dalam jumlah banyak tersebut diharapkan mampu memotong rantai distribusi pangan yang panjang. Selain itu, pemangkasan rantai pasok tersebut juga dapat menjaga stabilitas harga beras di tingkat petani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya itu, Kementerian Pertanian juga menjamin pasokan bawang merah aman dan cenderung melimpah lantaran saat ini Indonesia telah melakukan ekspor bawang merah ke berbagai negara.
"Produksi bawang meningkat bahkan ekspor kita meningkat 100%. Jadi nggak ada alasan bahwa pangan tidak tersedia, pangan cukup," tegas Amran.
Dengan tercukupinya kebutuhan pangan di dalam negeri, Kementerian Pertanian berharap masyarakat mampu membeli komoditas pangan pokok dengan harga yang terjangkau.
"Tujuan utamanya adalah untuk menekan harga di tingkat konsumen. Kita ingin masyarakat menikmati bulan puasa dengan harga yang baik," tutur Amran. (drk/drk)











































