Kesepakatan ini diperoleh setelah acara 2nd Meeting of High Level Economic Dialogue RI-China di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (10/5/2016).
"Tadi diberikan respons bahwa menyambut baik atas tawaran dari Indonesia untuk priority project yang 9, tetapi disebutkan oleh Bapak Menko, bahwa di masa yang akan datang ini kemungkinannya akan bertambah," kata Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Ekonomi, Rizal Affandi Lukman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah China memberikan hibah sebesar 30 juta yuan yang akan dipakai untuk mematangkan proyek-proyek infrastruktur. Jadi feasibility study yang belum ada nanti bisa diambil dari dana hibah tersebut," sebutnya.
Pada kerja sama itu, kontraktor China akan masuk. Meski demikian, Indonesia akan meminta kontraktor terbaik dalam pekerjaan tersebut.
"Kita juga ingin ada proses bidding-nya sehingga kita inginkan perusahaan yang terbaik dari yang ditawarkan, dan pemerintah China juga menjanjikan akan mencarikan perusahaan yang terbaik untuk ikut proses bidding," ujarnya.
Daftar Priority Projects Kerja Sama RI-China:
1. Toll Road Development of Cileunyi- Sumedang-Dawuan Section I
2. Balinka-Matur-Ngarai Sianok Tunnel Construction
3. Material Procurement for Construction and Bridge Rehabilitation
4. Pelosika Multipurpose Dam Construction
5. Jenelata Dam Construction
6. Rokan Hilir/Lompatan Harimau Dam Construction
7. Jambo Aye Multipurpose Dam
8. Bonehulu Dam Construction
9. Procurement of Track Material and Turnout Phase III and IV (feb/drk)










































